Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gandeng Keluarga, Bangun Karakter Anak – Pendidikan Keluarga 2 Tahun Berjalan di SMKN 1 Limboto

Oleh Berita Hargo , dalam Post , pada Kamis, 10 Agustus 2017 | 20:33 Tag: , ,
  

hargo.co.id – DIERA kini, berbagai inovasi dilakukan sekolah guna meningkatkan karakter bagi peserta didiknya. Salah satunya dengan pendidikan keluarga. Dua tahun ini SMK Negeri 1 Limboto menggenjot peran keluarga dalam membangun karakter peserta didiknya. Dengan adanya peran keluarga di dalam mendidik anak, maka memberikan penguatan terhadap karakter anak.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) provinsi Gorontalo Dr. Weni Liputo mengungkapkan apa yang dilakukan SMKN 1 Limboto patut dicontoh oleh sekolah lainnya. Penerapan sekolah berbasis pendidikan keluarga menjadi jembatan penting antara sekolah dengan orang tua dalam mendidik anak menuju kearah yang lebih baik. “Karena kita mulai prihatin dengan kondisi peserta didik kita saat ini. Itu dipengaruhi juga oleh perhatian orang tua yang kurang terhadap anak mereka. Padahal keberhasilan anak bukan hanya dipengaruhi oleh sekolahnya. Namun bagaimana peran orang tua dalam membimbing anak menuju ke masa depan yang lebih baik lagi. Sebab waktu anak di rumah lebih banyak dibandingkan di sekolah. Sehingga orang tua lebih banyak berinteraksi dengan anak,” kata Weni Liputo usai membuka sosialisasi penguatan kapasitas orang tua dalam program pendidikan keluarga di SMKN 1 Limboto, Selasa (25/7).

Dalam beberapa hari kemarin, SMKN 1 Limboto mengadakan program penguatan pendidikan keluarga yang meliput berbagai kegiatan. Seperti sosialisasi program pendidikan anak dan remaja, penguatan kapasitas orang tua, pengingkatan komptensi personal dan sosial, pelaksanaan tutor teman sebaya (Buddy System), kegiatan penguatan bakat dan minat, kegiatan sosial dan kemasyarakatan baik di lingkungan satuan pendidikan maupun di masyarakat dalam hal ini peserta didik berkunjung ke salah satu panti asuhan.

Kepala SMKN 1 Limboto Dra. Hj. Rapia Bahoea, M.Pd mengatakan bahwa arah pendidikan dalam membangun karakter yang diterapkan SMKN 1 Limboto sejak dua tahun terakhir sudah bersama-sama dengan orang tua.


“Kita ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri peserta didik kami. Sehingga berpengaruh terhadap tiga aspek utama dalam diri mereka, yaitu dari aspek pribadi, moral, dan sosial,” kata Rapia.

Dilanjutkan Rapia Bahoea keluarga adalah tempat awal pendidikan dimulai. Pendidikan moral dalam keluarga tidak hanya berisi penyampaian mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Dengan adanya pendidikan keluarga tentu akan menciptakan generasi yang berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi lingkup sosial yang lebih besar. “Langkah-langkah kita selanjutnya terus memberikan pendampingan kepada peserta didik kita. Dengan selalu menggandeng orang tua. Jadi ketika ada peserta didik kita yang memiliki kepribadian tidak baik, maka kita meminta keluarga untuk melakukan pembinaan secara bersama-sama. Sehingga orang tua pun tahu bagaimana kondisi anak mereka serta mampu memberikan komunikasi yang baik agar pribadi anak tersebut berubah. Nanti setelah anak tersebut menjadi pribadi yang sudah baik, maka kami sekolah akan kembali menerima anak tersebut dengan pendampingan selanjutnya,” tandasnya.(ndi/hargo)

 

Dr. Weni Liputo
Kadis Dikbudpora Prov. Gorontalo

 

“Apa yang sudah dilakukan SMKN 1 Limboto harus diimplementasi pula oleh sekolah lain. Pendekatan pendidikan keluarga sangat efektif dalam membangun karakter bagi peserta didik. Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini, jangan pernah surut dalam memberikan ilmu kepada anak-anak. Karena kita harus membangun generasi penerus yan cerdas dan berkarakter”

 

 

Andi Masi
Ketua Komite

 

“Kami selaku perwakilan orang tua tentu sangat setuju dengan program keluarga ini ya. Besar harapan kami program pendidikan keluarga ini bisa terjalin kebersamaan dan keberagaman antara siswa, guru dan orang tua untuk terus menjalin kerjasama dan hubungan yang lebih baik”

 

 

 

Tri Sandi Setiawan Nteya
Siswa

“Pendidikan keluarga pada dasarnya merupakan awal. Sebelum kita masuk pada pendidikan formal seperti pendidikan di sekolah, kita mendapatkan dasar-dasar dari keluarga kita sendiri. Bagi saya ini pula yang mendukung saya dan teman-teman lain untuk lebih mendekatkan diri bersama keluarga dan sekolah. Sebab sudah mulai ada pergeseran yang membuat keluarga mulai menjauhi anak-anaknya. Kesibukan orang tua kami membuat kami tidak terkoordinir dengan baik. Belum lagi lingkungan yang membuat kami cenderung berada di ranah yang mulai menyimpan. Saya berharap program bisa mningkatkan insentas siswa dalam menimba ilmu karena faktor dari keluarga yang mendukung penuh kegiatan-kegiatan kami”

 

 

Toci Lamatenggo
Fasilitator Pendidikan Keluarga

“Peran keluarga sebagai tempat awal terbentuknya karakter anak sangatlah penting untuk diperhatikan. Terlebih untuk orang tua. Meskipun anak juga mendapatkan pendidikan di sekolah maupun masyarakat tetapi pendidikan didalam keluargalah yang paling utama untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik. Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah memperbaiki intonasi ketika menyampaikan sesuatu kepada anak, untuk menciptakan anak yang berakhlak baik.”

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar