Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gara-Gara Covid-19, Indonesia Batal jadi Tuan Rumah Turnamen BWF Seri Asia

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Bulutangkis , pada Minggu, 13 September 2020 | 21:35 WITA Tag: ,
  Minions saat di ajang BWF seri Asia Indonesia Open 2019. Foto: diambil dari Badminton Indonesia


Hargo.co.id, JAKARTA – Indonesia membatalkan pengajuan diri sebagai tuan rumah turnamen bulu tangkis seri Asia.

Dilansir dari JPNN.com, Badminton World Federation (BWF) awalnya mempertimbangkan Indonesia menjadi tuan rumah tiga turnamen bergengsi di antaranya yaitu Asia Open I dan Asia Open II yang keduanya masuk kategori BWF World Tour Super 1000, serta BWF World Tour Finals 2020.

Namun, wabah Covid-19 yang masih belum mereda di Indonesia, khususnya DKI Jakarta yang akan menjadi tempat penyelenggaraan ketiga turnamen itu, membuat Indonesia mundur sebagai tuan rumah demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di Jakarta bahkan membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kembali memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) lanjutan mulai Senin (14/9).

BACA  All England Terancam Tak Digelar Untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

“Selain karena kondisi Covid-19 di Indonesia, banyak calon negara peserta yang menolak untuk datang ke Indonesia, banyak juga negara yang sudah melarang warganya untuk ke Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

“Melihat reaksi dari calon negara peserta, BWF kelihatannya akan menarik penawarannya dari Indonesia sebagai tuan rumah turnamen seri Asia, karena itu kami mengambil sikap untuk segera membatalkan rencana jadi tuan rumah,” imbuhnya.

PBSI juga telah menulis surat resmi kepada Menpora Zainudin Amali mengenai hal tersebut, sekaligus membatalkan reservasi gedung yang dipesan untuk penyelenggaraan turnamen.

BACA  All England Terancam Tak Digelar Untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Sebelumnya BWF merilis enam turnamen di akhir 2020 yaitu Piala Thomas & Uber 2020 (3-11 Oktober), serta turnamen seri Eropa yang terdiri dari Denmark Open I 2020 (13-18 Oktober) dan Denmark Open II (20-25 Oktober).

Beberapa hari lalu, PBSI juga resmi mengumumkan pengunduran diri Indonesia dari ajang Piala Thomas dan Uber 2020.

“Seandainya Piala Thomas & Uber 2020 batal diselenggarakan karena banyak negara yang mundur, termasuk sepertinya tim-tim unggulan juga akan mundur, kemungkinan besar turnamen seri Eropa dan Asia juga bisa batal. Tidak akan ada turnamen sampai akhir 2020. Pernah ada usulan bahwa Piala Thomas & Uber dimundurkan ke bulan Februari 2021, tetapi kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari BWF,” tutur Budiharto.

BACA  All England Terancam Tak Digelar Untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Selama masa pandemi, PBSI telah mengadakan dua turnamen internal yaitu Mola TV PBSI Home Tournament 2020 pada Juni-Juli 2020 dan Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020 yang hingga hari ini masih berjalan.

Budiharto mengatakan, untuk menjaga atmosfer kompetisi para atlet, PBSI berencana untuk mengadakan turnamen internal selanjutnya dengan format Piala Sudirman. (bi/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Gara-Gara Covid-19, Indonesia Batal jadi Tuan Rumah Turnamen BWF Seri Asia“. Pada edisi Ahad, 13 September 2020.

Komentar