Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gara-gara Satu Perempuan Menyusup, 32 Ribu Penumpang Pesawat Terlantar

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 30 Juli 2018 | 19:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Bandara Munich mengalami hari kedua penundaan penerbangan setelah isu keamanan mencuat di bandara tersebut. Dilansir Deutsche Welle pada Minggu, (29/7), ada sekitar 300 penerbangan yang dibatalkan pada Minggu sore.

Hal itu membuat sekitar 32 ribu penumpang terlantar karena ulah seorang perempuan yang melanggar aturan bandara. Polisi masih menyelidiki pelanggaran keamanan yang dilakukan oleh seorang perempuan berusia 40 tahun yang mencoba melewati pemeriksaan keamanan.

BACA  Menlu Tiongkok Bertemu Menko Luhut, Bahas Dua Proyek Besar

Seorang staf bandara mencoba meminta tas tangan untuk diperiksa dan perempuan itu menolak. Dia kemudian kembali tanpa barang bawaannya dan kemudian memasuki area aman tanpa diperiksa. Akibatnya, sekitar 300 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 32 ribu penumpang terlantar dari Sabtu pagi hingga Minggu sore.

BACA  Parade Militer Terbesar Korut Digelar Hari Ini, Akan Ada Senjata Mengerikan
32 Ribu Penumpang Pesawat Terlantar karena Satu Perempuan Penyusup
Di Bandara Munich 32 orang penumpang terlantar gara-gara penyusup (Airport Transfer Europe)

Seluruh terminal, termasuk ruang tunggu keberangkatan, dan terminal satelitnya dievakuasi, meninggalkan ribuan penumpang yang terlantar.

Seorang juru bicara bandara mengatakan, penerbangan oleh Lufthansa dan maskapai mitra adalah maskapai yang paling parah terkena dampak saat mereka terbang secara eksklusif dari Terminal 2. Sekitar 700 orang bermalam di tempat tidur di bandara karena pihak berwenang berjuang untuk mengakomodasi semua penumpang yang terdampar.

BACA  Sempat Menang, Pasukan Azerbaijan Tak Berdaya Melawan Serangan Balik Armenia di Hari Kedua

Ribuan orang kembali ke bandara pada hari Minggu dalam upaya untuk memesan ulang penerbangan, yang berujung pada kekacauan tambahan. Pihak berwenang mengatakan, mereka berurusan dengan banyak sekali penerbangan dan mendesak penumpang untuk bersabar.

(ina/JPC/hg)


Komentar