Minggu, 25 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gengsi Pileg 2019: Adhan Dihimpit Mantan Kolega

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Politik , pada Selasa, 24 Juli 2018 | 12:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Keputusan Adhan Dambea untuk ikut pencalonan DPRD Provinsi Gorontalo mengubah konstelasi pertarungan caleg di daerah pemilihan (dapil) Kota Gorontalo. Dari sebelumnya biasa-biasa saja, menjadi luar biasa. Karena kehadiran Adhan bisa menjadi ancaman bagi caleg lain utamanya para incumbent.

Sebelum kabar Adhan Dambea ikut pencalegan DPRD provinsi tersebar, figur incumbent berada di atas angin. Pasalnya sejumlah kader partai yang menjadi penarik suara di pemilu 2014 seperti jagoan PAN Feriyanto Mayulu dan jagoan PDIP Alifudin Djamal, tak akan tampil di Pileg 2019.

Makanya para incumbent dari dapil Kota yaitu AW Thalib (kader PPP), Fikram Salilama dan Marwan Ngiu (kader Golkar), Helmi Adam (kader PKS), Mansur Detuage (kader Demokrat) dan Haspidah Tajudin (kader Hanura) diprediksi punya kans besar untuk tetap terpilih di pemilu 2019.

Namun konstelasi itu berubah setelah Adhan Dambea resmi terdaftar sebagai caleg PAN. Ikutnya Adhan bisa menjadi ancaman bagi para incumbent. Karena Adhan bisa saja menarik suara para pendukung incumbent.

BACA  Dukung Kreativitas Millennial, SMS Siapkan Jaringan Internet Gratis Hingga ke Desa-desa

Potensi ini cukup terbuka lebar mengingat saat Pilwako Gorontalo yang baru saja usai, Adhan mendapatkan dukungan sebanyak 37.366 suara. Bila pendukung Adhan tetap setia sampai Pileg tahun depan, maka kesempatan PAN untuk bisa mendapatkan dua kursi terbuka lebar.

Kalau itu terjadi, tentu akan ada kursi incumbent yang akan tersedot oleh PAN. Maka cukup wajar bila Adhan sejauh ini sangat diunggulkan dalam bursa caleg DPRD provinsi dapil Kota Gorontalo.

Diunggulkan karena elektoral Adhan sudah cukup teruji. Dia menjadi pemain senior dalam kancah politik Kota Gorontalo. Berpengalaman ikut Pileg dan Pilkada. Jabatan strategis politik sudah ia rasakan. Pernah menjadi Ketua DPRD dan Walikota Gorontalo.

Disinilah faktor gengsi pencalonan Adhan Dambea di Pileg 2019. Keikutsertannya di Pileg 2019 akan menjadi ajang pembuktian diri. Bahwa, walau kalah di Pilwako, karir politiknya belum habis.

BACA  Jika Tak Terbukti, Golkar Akan Persoalkan Rekomendasi Bawaslu ke DKPP

Tapi apakah langkah Adhan untuk menjaga kesinambungan karir politiknya bakal mulus, jawabannya juga belum tentu. Karena caleg lain utamanya beberapa figur incumbent, sudah mengenal betul sepak terjang dan cara bertarung Adhan Dambea dalam politik.

Diantara figur incumbent itu, ada mantan kolega Adhan Dambea. Misalnya caleg unggulan Golkar Fikram Salilama yang menempati nomor urut 1 dan jagoan PPP AW Thalib.
Saat Adhan Dambea menjadi Ketua DPRD Kota Gorontalo periode 2004-2009, Fikram Salilama menjadi Wakil Ketua DPRD.

Sementara AW Thalib menjadi Sekretaris Kota Gorontalo. Pernah menjadi mitra kerja Adhan, Fikram Salilama dan AW Thalib tentu sudah mengetahui keunggulan dan kekurangan Adhan Dambea dalam pertarungan politik.

Apalagi, saat Pilwako, Golkar dan PPP tempat Fikram Salilama dan AW Thalib bernaung, menjadi lawan politik Adhan. Golkar mengusung pasangan Marten Taha-Ryan Kono, sementara PPP mengusung Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa. Untuk meredam dominasi Adhan di Pilwako, maka Golkar dan PPP sudah pasti akan memacu mesin politiknya.

BACA  Diputuskan Tak Ada Pelanggaran, Hamim Pou Lolos Jeratan Pasal 71

Tapi perlawanan terhadap Adhan Dambea tidak hanya datang dari para mantan kolega. Para figur incumbent juga akan memberikan perlawanan. Semisal, Ketua MPW PKS Helmi Adam dan Mantan Sekretaris Provinsi Mansur Detuage. Keduanya tentu tidak akan rela kehilangan kursi hanya gara-gara pendukungnya direbut Adhan Dambea.

Oleh karena itu, tampilnya Adhan Dambea benar-benar menjadikan pertarungan caleg Deprov dapil Kota Gorotalo menjadi sengit. Karena pertarungannya bukan hanya soal bisa atau tidak mendapatkan kursi. Tapi sudah ada faktor gengsi. Utamanya gengsi Adhan Dambea sebagai sebagai tokoh politik Kota Gorontalo. (rmb/gp/hg)


Komentar