Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gengsi Pileg 2019: Pembuktian Thomas Mopili

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Politik , pada Sabtu, 28 Juli 2018 | 18:30 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Pileg 2019 merupakan sejarah bagi Thomas Mopili. Betapa tidak, dengan mengambil Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo Utara, maka pertarungan ke DPRD Provinsi Gorontalo bakal sengit.

Makanya, pertarungan di dapil Gorontalo V itu tak hanya menjadi unjuk kemampuan partai politik (parpol). Tetapi juga menjadi pembuktian para elit politik. Pembuktian itu tak lepas dari hadirnya para tokoh politik yang cukup populer di mata masyarakat.

Salah satunya Thomas Mopili. Selain menjabat Ketua DPD II Golkar Gorontalo Utara, Thomas juga pernah duduk sebagai Wakil Bupati Gorut. Bahkan dalam kontestasi Pilkada Gorut 2018, Thomas kembali ikut tampil melawan dua kandidat petahana Indra Yasin dan Roni Imran.

Pertarungan ke kursi legislatif, seyogiyanya bagi Thomas Mopili bukanlah barang baru. Thomas pernah bertarung untuk legislatif Dekab Gorontalo maupun Dekab Gorontalo Utara. Karirnya di legislatif tingkat kabupaten cukup prestisius. Mulai dari Ketua Komisi hingga Ketua Dekab.

BACA  Sebanyak 3.517 Wartawan Lolos Seleksi Fellowship Perubahan Perilaku

Meski begitu, pertarungan Thomas menuju legislatif puncak botu bukan tanpa tantangan. Fenomena tersebut salah satunya datang dari sejumlah caleg petahana. Nama-nama seperti Hendra Nurdin, Kaspian Kadir, Sriani Hadju maupun Alfian Pomalingo tentu tak bisa dipandang remeh.

Di sisi lain hadir para ‘wajah baru’ tentu makin membuat jalan menuju legislatif puncak Botu makin terjal. Seperti hadirnya Usman Jasin Dilo yang diplot Partai Keadilan Suara (PKS), untuk mendulang suara di kabupaten termuda di Provinsi Gorontalo tersebut.

Tiga periode duduk di legislatif Puncak Botu (sebutan lain DPRD Provinsi), menjadi salah satu pembuktian bila pria yang menduduki Wakil Ketua Badan Kehormatan Deprov Gorontalo itu adalah seorang politisi ulung. Dan hal itu ditunjang oleh soliditas partai. Tak bisa dipungkiri bila PKS dipandang merupakan salah satu partai yang memiliki mesin politik dengan basis massa yang militan.

BACA  Terkait Gugatan Masa Jabatan, Kuasa Hukum Hamim Pou Optimis Menang

Di sisi lain, keikutsertaan Thomas Mopili dalam pertarungan Pileg 2019 tak sekadar lolos ke Deprov saja. Pertaruhan yang tak kalah berat yang dihadapi Thomas adalah menggenjot perolehan kursi partai Golkar dari dapil V.

Apakah Thomas mampu menyamai bahkan melampaui rekan selevelnya Marten Taha dan Syarief Mbuinga? Belum lagi di internal Partai Golkar juga menyodorkan Caleg mumpuni seperti Kun Idrus dan Novita Sunge.

Sebagaimana diketahui pada Pileg 2014, untuk dapil Kota Gorontalo Partai Golkar berhasil mendulang dua kursi. Sedangkan untuk wilayah VI yang meliputi Boalemo-Pohuwato, Partai Golkar meraih empat kursi. Sementara untuk dapil V, Partai Golkar meraih satu kursi.

BACA  Aksi Demo Omnibus Law di Gorontalo Berakhir Ricuh

Terkait tantangan yang ada itu, Thomas Mopili saat diwawancarai Gorontalo Post mengaku optimistis mendulang suara dan kursi DPRD secara signfikan. Menurut Thomas, dari hitung-hitungan politik, hal itu memungkinkan karena perolehan suara Golkar di Pileg 2014 lalu cukup besar bahkan jika menggunakan pola perhitungan sainte lague murni, Golkar bisa dapat 8 kursi.

“Di Pilkada kemarin jumlah suara Golkar bahkan ketambahan 1.500 lebih suara. Kita optimis bisa capai 8 kursi di DPRD Gorut dan menyumbang 3 kursi untuk DPRD Provinsi Gorontalo,” ujar optimis.(san/idm/gp/hg)


Komentar