Rabu, 23 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gerakan Tanam Cabe, Bantu Ekonomi Keluarga

Oleh Jamal De Marshall , dalam Advertorial Gorontalo Headline , pada Selasa, 17 Desember 2019 | 21:00 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Cabe rawit atau rica, menjadi salah satu penyumbang inflasi di Gorontalo. Pada oktober 2019, kenaikan inflasi sebesar 0,02 persen di Kota Gorontalo, 0,1525 persen diantaranya diakibatkan lonjakan harga rica.

Sepeprti yang dilansir Gorontalo Post, tingginya konsumsi dan mahalnya harga rica, turut menjadi perhatian Pemprov Gorontalo. Gerakan tanam rica pun dicanangkan. Manfaatkan pekarangan rumah, bisa dengan polybag atau menana langsung dilahan, akan membantu ekonomi keluarga.

“Minimal tidak beli, bisa petik sendiri. Uang untuk beli cabe itu bisa untuk keperluan yang lain,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.

Bersama Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, ia melakukan gerakan tanam cabe dan memotivasi ibu-ibu rumah tangga. Tak hanya cabe, sayur mayur juga bisa ditanam sendiri.

Motivasi ini disampaikan Idah saat melaunching gerakan tanam (gertam) cabe di Kelurahan Hunggaluwa, Limboto, Kabupaten Gorontalo, akhir pekan lalu, (13/12).

“Ayo, kita membantu ekonomi keluarga. Kita sebagai Ibu rumah tangga bisa berkontribusi untuk menyedekahkan penghasilan kita untuk keluarga agar sejahtera,” imbau Idah Syahidah.

BACA  Wakili Kaum Perempuan, Merlan Uloli Ingin Ukir Sejarah

Anggota komisi VIII DPR RI ini mengatakan, gerakan tanam cabe dan sayuran lainnya dalam program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) memiliki tiga fungsi yang harus diterapkan dalam keluarga.

Ketiga fungsi tersebut yaitu KRPL untuk peningkatan gizi keluarga, peningkatan ekonomi keluarga, dan peningkatan ketahanan pangan keluarga. Istri Gubernur Gorontalo ini meminta agar ibu rumah tangga bisa memanfaatkan program pemerintah.

“Apa artinya program pemerintah kalau masyarakat tidak mempergunakannya dengan baik. Pemerintah ingin masyarakatnya sejahtera, masyarakatnya giat memanfaatkan program pemerintah,”urai Idah.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno menjelaskan, latar belakang adanya gerakan tanam cabe karena begitu tingginya lonjakan harga cabe, sementara setiap rumah tangga mengkonsumsi cabe sehingga memicu terjadinya inflasi.
Sutrisno berpendapat harga cabe yang tinggi bisa disiasati dengan pemanfaatan pekarangan.

“Kita bisa mensiasati jika harga cabe tinggi. Masing-masing keluarga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabe, ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga,” urai Sutrisno.

BACA  Nelson Harap, Bimbingan Ibadah Haji Terus Dijalankan

Tahun ini, Dinas Pangan membagikan 10 ribu bibit cabe. Empat ribu bibit merupakan swadaya ASN Dinas Pangan yang melakukan pembibitan di kantor melalui kerja bakti setiap hari Jumat. Sementara enam ribu bibit merupakan bantuan pemerintah melalui program gerakan tanama cabe.

Di lokasi kegiatan gerakan tanam cabe, Dinas Pangan membagikan 1000 bibit cabe untuk Kabupaten Gorontalo dan juga 100 polybag kepada KRPL Hunggaluwa sebagai KRPL terbaik I tahun 2019.

Selain gertam cabe, di lokasi yang sama Dinas Pangan juga menyelenggarakan pasar murah untuk beberapa bahan pokok dengan harga distributor.

Sementara itu, sebanyak tiga kelompok Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) menerima penghargaan dari Dinas Pangan sebagai KRPL Terbaik tahun 2019. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang didampingi Kadis Pangan, Sutrino.

Ketiga kelompok KRPL tersebut yaitu KRPL Mandiri Satu dari Kelurahan Hunggaluwa, Kabupaten Gorontalo, sebagai KRPL Terbaik Pertama. Disusul oleh KRPL Mawar dari Desa Ayuhulalo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, sebagai KPRL Terbaik Kedua. Sementara KRPL Terbaik Ketiga ditempati oleh KRPL Hulawo Jaya dari Desa Tangga Jaya, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.

BACA  RPJMD 2017-2022 Jadi Pedoman KUA PPAS 2021

“KRPL ini merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah,” ujar Idah Syahidah.

Menurutnya, program ini bagus jika masyarakat yang diberi bantuan menjalankannya dengan baik. Dinas Pangan sendiri pada tahun 2019 telah memberikan bantuan kepada 75 KRPL yang tersebar di kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo.

Bantuan yang diberikan dibagi dalam dua kategori, yaitu kelompok penumbuhan sebanyak 42 KRPL dengan nilai bantuan masing-masing kelompok sebesar Rp50 juta, serta kelompok pengembangan sebanyak 33 kelompok dengan bantuan untuk setiap kelompok sebesar Rp15 juta.

Setiap KRPL tersebut beranggotakan 30 orang ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran, buah, dan rempah-rempah seperti cabai, tomat, dan bawang. (adv/gp/hg


Komentar