Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Giliran Warga Binaan Terima Bantuan Pangan dari Pemprov Gorontalo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 5 Mei 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  Suasana penyerahan bantuan secara simbolis bantuan bahan pokok kepada perwakilan warga binaan kategori asimilasi di Lapas Kelas II A Gorontalo oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Selasa (05/05/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Warga Binaan kategori asimilasi tak luput dari perhatian Pemprov Gorontalo di saat pandemi Covid – 19 saat ini. Buktinya, Selasa (05/05/2020) kurang lebih 505 warga binaan menerima bantuan bahan pokok bersubsidi.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kepada 10 orang perwakilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Gorontalo Budi Sarwono menyambut baik langkah yang di ambil oleh pemerintah Provinsi Gorontalo. Ia menilai ini adalah bentuk penerimaan terhadap kehadiran kembali para warga binaan di tengah-tengah masyarakat.

BACA  Gubernur Fokus Tangani Masalah Pasca Banjir Bandang

“Kami mengaturkan terima kasih Pak atas perhatiannya kepada para petugas mulai dari Kota Gorontalo sampai ke Pohuwato, begitu juga warga binaannya, pak. Kami bersyukur masuk dalam perhatian beliau,” ungkap Budi.

Sesuai data yang disampaikannya, saat ini ada 1.258 paket bantuan yang akan disalurkan kepada para penghuni lapas. Olehnya ia berpesan kepada petugas lapas agar membagikan bantuan secara adil kepada warga binaan yang membutuhkan.

BACA  Bupati Tak Hadir, Paripurna Lima Ranperda Urung Digelar

“Saya perintahkan kepada para petugas, agar apa yang diberikan oleh pemprov Gorontalo melalui Pak Gubernur agar sampai semuanya. Jangan ada yang tidak, karena ini resikonya sangat luar biasa bahwa amanah ini sudah diberikan kepada kita,” lanjutnya.

BACA  OPD di Lingkungan Pemprov Gorontalo Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Di tempat yang sama Gubernur Rusli Habibie menyatakan saat ini tengah mengupayakan pelaksanaan rapid test kepada seluruh penghuni lapas. Ia sedang mendiskusikan regulasi penanganan jika ada warga binaan yang positif.

“Tolong Pak Kanwil kasih ke saya bagaimana solusinya kalau misalnya ada warga binaan yang positif. Prosedurnya adalah di karantina, tapi saya menunggu regulasi dari Kanwil Kumham,” tutur Rusli Habibie.(adv/rwf/hg)


Komentar