Senin, 12 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Golkar Memanas Usai Munaslub, Penentuan Ketua DPR Bakal Alot

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 19 Desember 2017 | 17:08 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang telah dibuka Presiden Joko Widodo di JCC, Jakarta, Senin (18/12) malam, tidak akan berjalan menarik.

Pasalnya muara dari agenda untuk memilih ketua umum Golkar yang direncanakan berlangsung hingga Rabu (20/12) besok itu, sudah bisa diprediksi dari awal. Munaslub akan berujung pada terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar.

Karena kader partai Beringin yang kini menjabat Menteri Perindustrian itu telah ditetapkan dalam rapat pleno DPP sebagai ketua umum Golkar menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus dugaan korupsi e-KTP. Munaslub Golkar sebagaimana penegasan Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid, tinggal menetapkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar. Konkretnya Airlangga Hartarto sudah dikondisikan untuk terpilih secara aklamasi.

BACA  Digunakan Sesuai Kebutuhan, Hak Angket Tak Selamanya Soal Pelengseran

Meski, sejumlah tokoh Golkar seperti Priyo Budi Santoso menyayangkannya. Priyo meminta Munaslub Golkar tetap membuka pendaftaran calon ketua umum (Caketum). Pasalnya selain Priyo yang ingin maju Caketum, Titik Seoharto juga ingin membidik kursi ketua umum Golkar.

Walau Munaslub kali ini nyaris tanpa drama politik, bukan berarti suhu politik di internal Golkar akan terus stabil pasca Munaslub. Justru setelah Munaslub, Golkar diperkirakan akan mengalami riak-riak politik terkait penentuan siapa kader yang akan menjadi pengganti Setya Novanto dalam jabatan Ketua DPR.

“Rapat pleno Partai Golkar telah memutuskan fokus untuk melaksanakan musyawarah luar biasa. Jadi tidak ada pembahasan khusus terkait dengan jabatan Ketua DPR RI,” kata Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, Senayan, Jakarta, seperti dilansir detik.co,.

BACA  Pemprov Gorontalo Masuk 10 Besar Penilaian PPD Tahun 2021

Ace menuturkan pemilihan soal pengganti Novanto di kursi Ketua DPR akan dibahas setelah munaslub digelar. Hal itu didasari keputusan yang telah dibuat oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto.

“Jabatan Ketua DPR RI seharusnya nanti akan ditentukan setelah pelaksanaan musyawarah luar biasa. Karena itu, Ketua Umum Pak Airlangga Hartarto telah menyatakan terkait dengan Ketua DPR itu nanti akan dibahas setelah musyawarah luar biasa,” jelas Ace.

Hingga saat ini ada lima kader Golkar di DPR-RI yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Setya Novanto. Yaitu, Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Sekretaris Fraksi Golkar di DPR Agus Gumiwang Kartasasmita,Ketua Badan Anggaran DPR Aziz Syamsudin, serta Anggota Komisi VII Fadel Muhammad.

“Salah satunya Fadel Muhammad karena dia cukup senior. Sebab, ketua dewan itu juga memiliki senioritas yang cukup memadai,” ujar Fahmi Idris saat menyebut Fadel Muhammad sebagai calon ketua DPR.

BACA  Ayo ke Jalan Tengah, Ada Sesuatu yang Baru

Terkait pergantian Ketua DPR, Setya Novanto sebelumnya sempat mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Ketua DPR dan menunjuk Azis Syamsuddin sebagai penggantinya. Hanya, penunjukan Azis menuai banyak pertentangan dari lingkup internal Golkar karena tak melalui mekanisme.

Akhirnya DPR hanya menerima pengunduran diri Novanto. Soal siapa yang akan duduk di kursi DPR, DPR menyerahkannya kepada Golkar untuk dibahas terlebih dahulu.

Bila nanti usai terpilih aklamasi sebagai ketum Golkar, Airlangga Hartarto tak mau terburu-buru memutuskan nama ketua DPR baru. Airlangga akan mengirimkan nama ketua DPR baru di Januari 2018, sebelum DPR membuka masa persidangan. (rmb/net/hg)


Komentar