Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Golkar Tak Akomodir Indra Yasin, 16 Nama Diusulkan ke DPP untuk Pilwako dan Pilbup Gorut

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 27 Juli 2017 | 12:46 WITA Tag: , , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Kejutan terjadi dalam proses penjaringan calon Golkar untuk pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Gorontalo Utara (Gorut) 2018. Kendati menjadi kader partai dan menduduki posisi petahana, Indra Yasin tak diakomodir partai Golkar menjadi kandidat calon bupati.

Untuk posisi itu, hanya dua nama yang diaspirasikan kader Golkar Gorut untuk diusulkan ke DPP yaitu Ketua DPD II Golkar Thomas Mopili dan istri Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie yaitu Idah Syaidah.

Ini terungkap setelah DPD II Golkar Gorut mengusulkan kandidat calon bupati-wakil bupati ke DPD I Golkar Gorontalo, kemarin (26/7). Hanya lima nama yang diusulkan. Yaitu dua kandidat calon bupati yakni Thomas Mopili dan Idah Syaidah serta tiga kandidat calon wakil bupati yaitu Thariq Modanggu, Roni Imran dan Weny Liputo.

Dari informasi yang dihimpun Gorontalo Post (grup hargo.co.id), salah satu faktor yang menyebabkan nama Indra Yasin terpental dari kandidat calon Golkar terkait keputusan politik yang dia ambil untuk menggandeng Thariq Modanggu sebagai calon pendamping di Pilbup Gorut tahun depan.

Itu terlihat dari mulai gencarnya sosialisasi pencalonan Indra Yasin-Thariq Modanggu sebagai pasangan calon bupati-wakil bupati. Baliho penduetan pasangan ini mulai tersebar di sebagian besar wilayah di Gorut.

BACA  Vaksin Covid-19 Bakal Sasar 1.041 Warga Gorontalo Utara

Kader Golkar menyesalkan keputusan Indra Yasin tersebut. Karena bisa mempengaruhi tradisi regenerasi Golkar dalam menyiapkan calon pemimpin daerah. Seandainya Indra Yasin terpilih kembali maka pada Pilbup lima tahun mendatang, otomatis Thariq Modanggu yang bukan kader Golkar akan menjadi calon unggulan.

Sehingga situasi itu menjadi kurang strategis bagi Golkar dalam menjaga kebesaran partai. Di kalangan kader Golkar berkembang pemikiran bahwa bila benar-benar merasa menjadi bagian partai, Indra Yasin harusnya menggandeng kader Golkar sebagai pasangannya di Pilbup tahun depan. Sehingga setelah Indra Yasin memimpin Gorut, ada kader Golkar yang sudah dipersiapkan.

Pengusulan calon Golkar ke DPD I, tak hanya dilakukan oleh DPD II Golkar Gorut. Kandidat calon walikota-wakil walikota juga telah diusulkan oleh DPD II Golkar Kota Gorontalo. Ada 11 nama yang diusulkan.

Yaitu enam nama kandidat calon walikota yaitu, Marten Taha, Budi Doku, Ferdiyanto Koniyo, Idah Syaidah, Fikram Salilama, Hardi Sidiki. Kemudian lima nama kandidat calon wakil walikota yaitu Yunus Nusi, Erman Latjengke, Sjafrudin Mosii, Lola Junus, dan Ariston Tilameo.

Dari pengusulan calon Golkar untuk dua pilkada yaitu Pilwako Gorontalo dan Pilbup Gorut, sisi menarik yang terlihat adalah pengusulan istri Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie yakni Idah Syaidah.

BACA  Instruksi Presiden, Gubernur Yang Pertama Divaksin

Para kader Golkar sepertinya sangat menginginkan Idah Syaidah untuk bisa tampil di Pilkada tahun depan. Buktinya dia mencuat dalam pengusulan calon papan satu baik di Pilwako maupun Pilbup Gorut.

Sekretaris DPD I Golkar Gorontalo Paris Jusuf menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan tim pilkada pusat dengan pengurus daerah pada Selasa (25/7), DPP memberikan batas waktu pengusulan kandidat calon Golkar dari DPD II ke DPD I pada Rabu (26/7). “Makanya para Ketua DPD II telah menyerahkan berkas pengusulan kandidat calon ke DPD I kemarin,” ungkapnya.

Menindaklanjuti pengusulan kandidat calon dari DPD II, pada 29 Juli nanti, DPD I Golkar akan melakukan rapat pleno untuk menetapkan nama-nama calon hasil penjaringan DPD II untuk diusulkan ke DPP.

Penetapan oleh DPD I harus dilakukan secepatnya karena penetapan nama-nama kandidat calon yang akan disurvei oleh DPP akan dilakukan pada 1 Agustus nanti. “DPD I hanya akan meneruskan usulan dari DPD II.

Dalam tahapan ini DPD I tidak akan mengeliminir nama-nama kandidat. Karena semuanya akan disurvei. Siapa yang tertinggi dia yang akan mendapatkan rekomendasi DPP,” paparnya.

BACA  Hingga 3 Januari 2021, Gorontalo Utara Tutup Seluruh Destinasi Wisata

Khusus untuk Pilwako Gorontalo, Paris Jusuf mengatakan, karena Golkar harus berkoalisi untuk bisa mengusung pasangan calon, maka proses penetapan kandidat calon yang akan direkomendasikan ke Pilkada akan dilakukan bersamaan dengan komunikasi parpol yang akan berkoalisi dengan Golkar. “Sehingga saat penetapan nanti sudah dalam bentuk pasangan dan koalisi pengusung,” jelasnya.

Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha mengatakan, nama-nama kandidat calon walikota-wakil walikota yang diusulkan ke DPD I merupakan hasil penjaringan secara berjenjang.

Dimulai dari kelurahan, kecamatan selanjutnya diserahkan ke DPD II. “Selanjutnya DPD I akan menyerahkan nama-nama itu ke DPP partai Golkar. Nanti DPP akan melakukan survei siapa yang akan dicalonkan oleh Golkar maju di Pilwako,” kata Marten.

Wakil Ketua Bidang Informasi dan Pemenangan Opini DPD II Golkar Kota Gorontalo, Yudin Laliyo mengatakan, mekanisme penjaringan calon secara berjenjang itu telah diatur dalam Juklak nomor 06 partai Golkar. “Kader partai Golkar di tiap-tiap kelurahan dan kecamatan sudah menentukan siapa yang mereka inginkan untuk dicalonkan menjadi Walikota yang akan diusung oleh Partai Golkar,” ucapnya. (rmb/ndi/hg)


Komentar