Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gorontalo jadi Penyangga Produksi Jagung Nasional

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 27 Juli 2017 | 12:02 PM Tag: , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Jargon Gorontalo sebagai Provinsi Jagung masih terus melekat. Hal itu karena jumlah produksi jagung di daerah ini, setiap tahun terus meningkat. Jagung Gorontalo, bahkan menjadi penyangga kebutuhan jagung nasional.

Hampir setiap bulan pengiriman jagung antar pulau dilakukan di pelabuhan Gorontalo. Bahkan, pada April 2017 lalu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas pengiriman jagung antar pulau, dari pelabuhan Gorontalo ke Provinsi Banten, sebanyak 10.015 ton.

Jumlah ini dicatatkan sebagai pengiriman jagung antar pulau paling banyak selama ini. Bahkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, jika Gorontalo menyelamatkan muka Kementerian Pertanian karena membantu dalam menekan bahkan menghentikan angka import jagung. Artinya jagung Gorontalo ikut menutupi kebutuhan jagung tanah air.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo DR.Mulyadi D Mario, kepada Gorontalo Post (grup hargo.co.id), Rabu (26/7) mengatakan, jumlah produksi jagung di Gorontalo terus meningkat dalam lima tahun terakhir. “Dan yang perlu dicatat adalah produksi jagung Gorontalo adalah asli hasil petani Gorontalo, bukan jagung dari luar daerah yang dikumpulkan di Gorontalo lalu dikirim ke luar daerah,”ujar Mulyadi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) kata Mulyadi, terus menunjukan trend peningkatan produksi jagung, pada tahun 2015 total produksi jagung 643.512 ton, pada tahun 2016 meningkat sekira 41 persen menjadi 911.350 ton. “Tahun 2017 itu diprediski hasil produksi jagung mencapai 1.477 ton atau naik 62,09 persen,”jelas Mulyadi.

Peningkatan produksi jagung Gorontalo dari tahun ke tahun, lanjut Mulyadi jelas masuk akal. Sebab, atas kebijakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, pemerintah daerah mengintervensi langsung ke petani agar terus menanam jagung, memanfaatkan lahan tidur dan meperluas lahan jagung yang ada.

Tidak hanya itu, petani juga diberikan benih jagung secara cuma-cuma lengkap dengan pupuk. “Semua petani jagung diberi benih, terutama yang membuka lahan baru,”jelasnya. Pengolahan lahan jagung juga dibantu pemerintah, yakni dengan mengerahkan [Brigade Alsintan.

Dengan brigade alsintan, kata Mulyadi ongkos pengolahan lahan hingga panen sangat murah. “Biasanya per hektar bisa sampai Rp 2 juta, dengan brigade Alsintan lebih murah sekira Rp 800 ribu, karena petani hanya membayar BBM Alsintan dan operator,”terangnya. Ia menambahkan, produksi jagung Gorontalo 1 juta ton yang selama ini dihayalkan, baru bisa terwujud pada era Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim. “Dan ini kenyataan.

Selama ini 1 juta ton itu hanya hayalan, tidak pernah terealisasi. Sekarang baru tercapai,”jelasnya. “Secara nasional Gorontalo merupakan salah satu provinsi utama penyangga produksi jagung nasional,”tutup Mulyadi. (tro/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar