Sabtu, 24 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gorontalo KLB DBD, 4 Nyawa di Kota Melayang di Awal Tahun

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 5 Februari 2016 | 13:37 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO – Aksi nyata pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menangani kasus demam berdarah dangeu (DBD) sangat dinantikan.

Tidak hanya sekadar rapat serta pertemuan semata. Penanggulangan pada daerah-daerah rawan dan endemis DBD harus dilakukan secara konfrehensif dan terintegrasi. Terlebih di Kota Gorontalo.

Bahkan Gorontalo kini sudah masuk saat ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) DBD.

BACA  Gubernur Setujui Menaikkan Insentif Fungsional PBJ

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, 11 daerah KLB DBD ini tersebar di tujuh provinsi.

Ketujuh provinsi tersebut meliputi Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Banten.

Sedangkan 11 kabupaten/kota yang dinyatakan KLB DBD, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Lubuklinggau, Kaimanan, Bulukumba, Pangkep, Luwu Utara, Wajo, Kabupaten Tanggerang, dan Gianyar. Selain itu KLB DBD menghajar Kota Denpasar dan Kota Bengkulu.

BACA  Kadis Kesehatan Bone Bolango Tegaskan, Corona Bukan Aib

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi menyebutkan, memperkirakan penderita DBD ini akan terus bertambah. Diperkirakan lonjakannya terjadi pada Maret mendatang.

BACA  Archipelago Berkembang di Sulawesi dengan Aston Baru di Gorontalo

“KLB DBD baru ditetapkan di tingkat daerah. Secara nasional belum,” ujar Oscar Primadi di Jakarta, Kamis (4/2).

Sementara itu di Kota Gorontalo wabah DBD terus menjangkiti warga. Korban meninggal akibat tertular virus dari nyamuk Aedes aegepty itu juga makin bertambah.

Laman: 1 2 3


Komentar