Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gorontalo Proyek Percobaan Terapkan KIA

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Kamis, 18 Mei 2017 | 10:45 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO, Hargo.co.id – Kartu Identitas Anak (KIA) sudah mulai diterapkan. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 2 tahun 2016 menyangkut KIA menjadi acuan penerbitan ‘KTP’ khusus anak iniKIA

Untuk menerapkanya, Provinsi Gorontalo dipilih sebagai daerah percontohan penerapan KIA. Sejak tahun 2016, sudah ada tiga daerah di Gorontalo yang ditetapkan menjadi pilot project masing-masing Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Boalemo.

Direktur Dirjenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, sejauh ini dipilihnya Gorontalo sebagai pilot project penerapan KIA karena penduduk Gorontalo masih terbilang sedikit.

Hal ini lebih memudahkan pemerintah untuk mengatur lebih tertib data kependudukan sejak dini, melalui KIA.
“KIA ini legalitasnya sama dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Fungsinya pun sama dengan KTP. Bedanya KTP untuk orang dewasa, KIA untuk mereka yang masih anak-anak atau belum wajib KTP,” kata Zudan ketika diwawancarai Gorontalo Post, kemarin (17/5).

Lebih lanjut kata Zudan, penggunaan KIA ini merupakan program nasional yang masih terhitung baru. KIA merupakan salah satu dokumen kependudukan yang sangat penting, di antara 22 dokumen yang dikelurkan oleh Dukcapil. “Jadi para orang tua ketika melahirkan anak, yang diurus ada dua hal. Selain akta kelahiran, juga KIA. Anak yang sudah memiliki KIA berarti sudah memiliki legalitas sebagai warga negara Indonesia,” terangnya.

Di Gorontalo sendiri lanjut Zudan, program KIA ini sudah cukup berjalan dengan baik. Antusias para orang tua untuk menguruskan anaknya agar memiliki KIA cukup besar, terutama di tiga daerah yang dijadikan pilot project, masing-masing Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Boalemo.

Pihaknya juga kata Zudan, sudah meminta agar Dinas Dukcapil di seluruh kabupaten/kota untuk bekerja sama dengan instansi pendidikan. “Dengan kerja sama itu, Dukcapil membangun sinergitas dengan Dinas Pendidikan dalam rangka melibatkan peran sekolah agar dapat mengarahkan orang tua murid untuk mengurus KIA bagi anak-anaknya,” jelasnya.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar