Senin, 30 Januari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gorontalo-Sulteng Sepakat Tekan Inflasi

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 25 November 2022 | 08:05 Tag: , , ,
  Penyerahan cendera mata dari Pemprov Gorontalo kepada Pemprov Sulawesi Tengah usai penandatanganan MOU di Ruang Kerja Gubernur Sulteng, Kota Palu, Kamis (24/12/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng) sepakat untuk bekerja sama dalam menekan inflasi dengan menjaga kestabilan beberapa komoditi penyumbang inflasi seperti cabe dan bawang merah.

Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer mengatakan, ruang lingkup kerjasama berupa pengendalian komoditas strategis melalui strategi 4K (ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif) serta bentuk kesepakatan lain yang diperlukan.

banner 728x485

“Relasi antara Gorontalo dan Sulteng sangat dekat dan saling membutuhkan. Banyak warga Sulteng bersekolah, berdagang dan menetap di Gorontalo, begitu juga sebaliknya,” kata Hamka Hendra Noer usai menandatangani MOU, bersama Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura di Ruang Kerja Gubernur Sulteng, Kota Palu, Kamis (24/12/2022).

Menurutnya, kedekatan ini perlu dikelola dengan baik sehingga menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua daerah, khususnya di sektor ekonomi.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden agar daerah memperkuat kerjasama antar daerah untuk mengurangi disparitas pasokan dan harga pangan antar wilayah. Jika Gorontalo defisit pangan maka membutuhkan pasokan dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Begitu juga sebaliknya,” kata Hamka Hendra Noer.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan data BPS, dalam laju inflasi Gorontalo pada bulan Oktober 2022 sebesar 0,01 persen dengan laju inflasi year on year sebesar 5,08 persen dan inflasi tahunan 4,50 persen. Komoditas penyumbang inflasi di Gorontalo setiap tahun yakni cabai, bawang merah, tomat, kelompok ikan segar dan daging ayam ras.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan pasokan komoditas itu lebih terpantau dan berkelanjutan sehingga laju inflasi bisa kita tekan bersama,” Katanya menuturkan.

Hamka Hendra Noer juga memaparkan sejumlah strategi dalam menekan inflasi daerah yang diantaranya dengan menganggarkan Rp5,37 miliar atau 2,21 persen total APBD untuk perlindungan sosial. Ada juga program Germas Batari atau gerakan masyarakat batanam rica sandiri yang diproyeksikan untuk penanaman 35.000 bibit cabai.

Selain program tersebut, ada juga bazar pasar murah sebanyak 44 kali yang dilaksanakan oleh Dinas Pangan serta program bahan bakar minyak bersubsidi tepat sasaran sebanyak 23.279 kendaraan.

“Ada juga program operasi pasar murah yang berlangsung sebanyak 30 kali sepanjang tahun 2022 ini oleh Dinas Kumperindag. Berikutnya bantuan langsung pangan pemerintah provinsi (BLP3G) untuk 45.000 keluarga penerima manfaat,” Katanya menandaskan.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis

(Visited 31 times, 1 visits today)

Komentar