Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gorontalo Tak Masuk Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Kamis, 8 Desember 2016 | 14:40 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Pemerintah pusat tengah mencanangkan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, termasuk di kawasan timur Indonesia (KTI).

Namun sayangnya, provinsi Gorontalo tidak termasuk dalam provinsi yang akan dijadikan wilayah pusat pertumbuhan industri (WPPI).

Sebelumnya, tahapan pengembangan industri nasional terbagi menjadi tiga bagian. Tahap pertama, yakni meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (2015-2019).

BACA  RKB BRI Siap Kembangkan Inovasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Tahap kedua, yaitu mendorong penciptaan keunggulan kompetitif dan kawasan lingkungan (2020-2024). Dan tahap ketiga, adalah menciptakan negara industri (2025-2035).

Seperti yang dikutip dari Kajian Ekonomi Regional (KEKR) Bank Indonesia (BI) Triwulan III 2016, untuk mendorong industrialisasi KTI maupun Gorontalo, masih terhadap berbagai tantangan, diantaranya ketersediaan energi, terutama listrik, kualitas SDM dan keberlangsungan bahan baku.

BACA  Ini 6 Saran Ekonom ke Pemerintah Agar RI Keluar dari Jurang Resesi

“Khusus untuk ketersediaan listrik, walaupun saat ini pasokan listrik jaringan Sulutgo surplus, tapi kebutuhan listrik industri masih dipenuhi sendiri oleh masing-masing industri.

Karena surplus listrik tersebut dicadangkan untuk kebutuhan rumah tangga,” sebut BI seperti yang dikutip dari KEKR.

Sementara untuk SDM, suplai tenaga kerja dan kualitas tenaga kerja masih menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, 65 persen tenaga kerja Gorontalo didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan dasar ke bawah.

BACA  November Cerita Bersama Aston Gorontalo Hotel dan Villas

“Itu menjadi kendala tersendiri karena tenaga kerja di sektor industri menuntut keterampilan utama seperti basic (math-literacy), thinking skills dan behavioral skills,” terang BI.

Laman: 1 2


Komentar