Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gorontalo Tak Punya Rutan, Lapas Kelas II A Gorontalo Tak Layak Berada di Tengah Pemukiman

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 17 Februari 2017 | 17:15 WITA Tag: , , ,
  


KOTA Hargo.co.id – Sebagai Provinsi yang sudah berdiri 17 tahun, Gorontalo ternyata masih belum memiliki Rumah Tahanan (Rutan). Keadaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo yang ada sekarang lebih cocok dijadikan sebagai rutan. Sebab Lapas tersebut sudah tak cocok lagi karena sudah berada di tengah-tengah pemukiman.

Itu terungkap dari kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Gorontalo, Agus Subanriyo, bersama Kadiv Administrasi Nadiono Basuki, Kadiv Pas, Lilik Sujandi, Kadiv Yankum Siti Cholistyaningsih serta beberapa pegawai divisi Humas Kemenkumham Gorontalo.

BACA  Jelang Buka Puasa, Dua Desa di Limboto Barat Diterjang Banjir 

Agus Subanriyo menuturkan dihadapan Direktur Utama Gorontalo Post Moh. Sirham didampingi Wakil Direktur Femmy Udoki dan Pimpinan Redaksi Hasanuddin Djadin, sejatinya Gorontalo sudah harus memiliki Rutan. Awalnya kesiapan Gorontalo memiliki rutan sudah dicetuskan beberapa tahun lalu. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo sudah menghibahkan tanah di Desa Talumelito, Telaga Biru untuk dijadikan Rutan. Namun karena kadar air di lokasi rutan tersebut mengandung kapur yang cukup tinggi sehingga tak jadi dibangun di lokasi tersebut.

BACA  Lihat Nih, Kiprah ‘Pasukan Kuning’ dalam menjaga Kebersihan

“Kita sedang berupaya agar pemerintah mau menghibahkan tanah untuk pembangunan Lapas yang baru. Nah, Lapas yang ada sekarang lebih cocok dijadikan Rutan. Karena aksesnya dekat dari pengadilan, kepolisian dan kejaksaan. Sementara Lapas, itu harus berada jauh dari pemukiman,” kata Agus.

Informasi terakhir, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berencana memberikan hibah tanah untuk pembangunan Lapas di eks tanah yang rencananya akan dibangun Univesitas Negeri Gorontalo (UNG). “Disitu kami rencananya akan diberikan 10 hektar tanah. Kami berharap itu terealisasi dan jika kami mendapatkan tanah tersebut, kita bisa membangun Lapas dengan luas mencapai 9 hektar.

BACA  Bos Lama Jadi Tersangka karena Aksi Koboi, Restock.id Ganti CEO

Sementara satu hektar akan dibangun gedung Migrasi. Sebab, lokasi itu berdekatan dengan Bandar Udara Gorontalo. Bisa saja kalau bandara Gorontalo naik kelas, maka otomatis Migrasi kita akan ikut naik kelas karena pasti akan banyak warga mancanegara masuk di Gorontalo,” terangnya. (ndi/hargo)


Komentar