Rabu, 18 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



GP Ansor Siap Hadapi Kelompok Intoleran

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 6 Mei 2017 | 08:00 Tag:
  

Hargo.co.id JAKARTA – Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor siap menjadi garda terdepan melawan kelompok radikal yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara Islam.

Sebab, hal itu bertentangan dengan ideologi Pancasila yang diterapkan di Indonesia.

Menurut Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, ideologi Pancasila harus tetap dipertahankan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pihaknya juga siap head to head jika ada kelompok radikal atau intoleran yang berbuat macam-macam.

Yaqut menyampaikannya saat Tasyakuran Hari Lahir ke-83 Gerakan Pemuda Ansor dengan tema Meneguhkan Semangat Kebangsaan, Membawa Khazanah Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia di Kantor PP GP Ansor Jakarta, Jumat (5/5).

“Ansor siap berhadapan dengan kelompok intoleran, kelompok ideologi impor negara lain yang masuk ke Indonesia,” terang Yaqut.

Pria kelahiran Rembang itu mengatakan, kesiapan GP Ansor untuk mengadang kelompok intoleran juga atas saran KH Said Aqil Siradj.

Bahkan, dia juga menyinggung organisasi masyarakat (Ormas) yang dianggap intoleran.

Ormas itu adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut Yaqut, organisasi itu dalam waktu dekat akan mati.

“Ini saya disuruh baca pidato pakai teks, kalau tidak bisa ke mana-mana bisa ngomong bubarin HTI. Tenang saja tidak lama lagi HTI akan almarhum,” katanya.

Pihaknya tak ingin Indonesia hancur gara-gara kelompok radikal.

Dia mencontohkan, Suriah saat ini banyak terjadi teror karena ada kelompok intoleran yang ingin mendirikan khilafah.

Imbasnya, saat ini Suriah sedang dilanda konflik perang dengan ISIS.

“Kami tidak akan membiarkan keruntuhan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit terulang kembali dan tak membiarkan Indonesia luluh lantah seperti Suriah,” ujarnya.

Pada acara tersebut, Yaqut turut memotong tumpeng lalu menyerahkannya kepada Said Aqil.

Selain itu, juga ada peresmian Ansor Mart, Lembaga Wakaf Ansor dan pemberian pemberian award kepada (Alm) Riyanto, anggota Banser yang meninggal karena ledakan bom Misa Natal di Mojokerto, Jatim, 17 tahun silam.Turut hadir pada acara itu, antara lain, Dewan Penasihat PP GP Ansor KH As’ad Said Ali, Sinta Nuriyah (istri Gus Dur) dan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah. (hg/jos/jpnn)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar