Saturday, 24 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Beberkan Temuan Hasil Swab RT-PCR Warga Gorontalo Berapa Pekan Terakhir

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Wednesday, 14 July 2021 | 07:05 AM Tags: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meninjau Rumah Sakit dr. Zainal Umar Sidiki di Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (13/07/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie membeberkan bahwa rata-rata kasus positif Covid-19, baik yang bergejala atau tidak nilai CT-nya (cycle threshold value) di bawah 30. Hal tersebut berdasarkan temuan terkait hasil swab RT-PCR warga Gorontalo yang dilakukan beberapa pekan terakhir.

Dilansir dari halodoc.com, semakin rendah angka CT Value, maka materi virus pada tubuh masih terbilang banyak. Alhasil, kemungkinan virus mampu menyebabkan infeksi masih besar, begitu juga sebaliknya.

“Salah satu ciri ciri varian Delta itu hasil RT-PCR menunjukkan nilai CT di bawah angka 30. Mengertinya virusnya banyak dan mudah untuk menyebar,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meninjau Rumah Sakit dr. Zainal Umar Sidiki di Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (13/07/2021).

Gubernur Gorontalo dua periode itu juga mencontohkan untuk klaster bandara yang awalnya hanya 64 kasus, naik menjadi lebih dari 100 kasus.

“Ada beberapa kasus kita temukan CT value-nya di bawah 30 seperti klaster Insan Cendekia juga,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Adriyanto menimpali.

Rusli Habibie khawatir jika nilai CT rendah menjadi indikator daerah tersebut sudah tertular Covid-19 varian Delta. Terbukti, pihak Kemenkes merilis data satu pasien asal Gorontalo dikonfirmasi terinfeksi varian ini tanggal 20 Juni 2021 lalu.

“Yang kami minta tidak banyak, patuhi protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Lagi tidak ada urusan, diam saja di rumah. Ikut vaksinasi,” imbuh Rusli Habibie

Kehadiran Rusli di RS ZUS untuk melihat kesiapan mengantisipasi potensi lonjakan pasien covid-19. Diketahui Pemkab Gorut sudah menyediakan satu ruangan khusus dengan 20 bed untuk pasien covid-19. Puskesmas Anggrek lama disiapkan untuk gedung karantina terpusat.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo
(Visited 7 times, 1 visits today)

Komentar