Minggu, 29 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Gorontalo Dukung BPH Migas Awasi Penggunaan BBM Lewat Aplikasi

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 29 Maret 2022 | 07:35 Tag: , , , , ,
  Suasana Rapat Pimpinan OPD di Lingkup Pemprov Gorontalo di Pendopo Villa Kencana, Kabupaten Boalemo, Senin (28/03/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo dua periode Rusli Habibie menyatakan secara penuh mendukung upaya yang dilakukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dalam hal melakukan pengawasan terhadap penggunaan bahan bakar minyak (bbm) melalui aplikasi.

Aplikasi yang akan diimplementasikan tersebut adalah sebuah sistem informasi pajak kenderaan bermotor, dalam rangka pemantauan penggunaan bahan bakar melalui setiap SPBU.

“Hari Rabu malam saya ketemu salah satu direktur BPH Migas. Mereka menyarankan ada sistem yang akan di buat di daerah–daerah, dan saya langsung minta Gorontalo yang pertama. Yang jelas aplikasi itu bagus sekali,  kita sudah mengarah ke digitalisasi yang lebih modern lagi sehingga mengurangi SDM yang kita gunakan,” ungkap Rusli Habibie saat memberikan arahan pada rapat bersama pimpinan OPD di Pendopo Villa Kencana, Boalemo, Senin (28/03/2022).

Lebih lanjut Rusli Habibie menyampaikan, cara kerja aplikasi tersebut yaitu berkerja dengan menggunakan web service, untuk melakukan konek ke aplikasi samsat, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi data kendaraan bermotor secara real time. Sehingga operator SPBU mengetahui masa berlaku pajak kendaraan bermotor, serta pemantaun penggunaan bahan bakar bersubsidi tepat sasaran.

“Contohnya ketika mobil STNK nya belum diperpanjang dan sudah habis masa berlakunya, maka pengisian di SPBU itu tidak boleh karena otomatis akan eror. Di situ kan akan dipasangkan barcode, berdasarkan bercode itu langsung eror karena belum bayar pajak. Dan juga aplikasi itu dilengkapi dengan kapasitas tanki,” jelas Rusli Habibie.

Selain itu menurut Gubernur Gorontalo aplikasi tersebut dapat membantu mengendalikan penggunaan bbm bersubsidi. Apalikasi ini dilengkapi dengan basic data berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK), sehingga dapat di setting berdasarkan kebutuhan, seperti mengetahui data masyarakat/wajib pajak kendaraan bermotor yang kurang mampu, juga dapat mendeteksi kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi, nama pemilik, jenis, type, nomor rangka dan mesin kendaraan bermotor, yang melakukan pengisian bahan bakar berulang ulang di hari yang sama pada SPBU yang berbeda diwilayah Provinsi Gorontalo.

“Ini sudah jelas yang diperbolehkan untuk mengisi dari pada bbm bersubsidi adalah orang betul-betul tidak mampu karena dia by NIK juga. Intinya aplikasi ini mendeteksi kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bersubsidi tidak sesuai dengan ketentuan. Nanti saya akan undang langsung pihak BPH migas ke Gorontalo mensosialisasikan ini. Saya harapkan walau saya dan pak Idris sudah berakhir, aplikasi ini tetap diterapkan di Gorontalo,” tandas Rusli Habibie.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar