Selasa, 7 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Gorontalo Hadiri Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian di Pelabuhan Tanjung Priok

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 26 November 2021 | 03:05 AM Tag: ,
  Menteri pertanian Syahrul Y Limpo bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dan beberapa pejabat lainnya saat melepas ekspor komeditas pertanian di Pelabuah Tanjung Priok, Pelabuhan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Kamis (25/11/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Bertempat Pelabuan Tanjung Priok, Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Menteri pertanian Syahrul Y Limpo bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Deputi Pengembangan Agribisnis dan Perkebunan, Kementerian Bidang Perekonomian, Pejabat Eselon 1 Lingkup Kementerian Pertanian, melepas ekspor komoditas pertanian pada Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok Jakarta senilai Rp. 568.725.668.751, Kamis (25/11/2021).

Pelepasan ekspor dengan tema “Ekspor Tumbuh Indonesia Tangguh” melepas beberapa jenis ekspor diantaranya buah Pinang ke Thailand, lalu Air Kelapa yang diekspor ke AS, Pakan Ternak ke Latvia di kawasan Baltik Eropa Utara, juga beberapa bahan rempah lainnya, seperti lada dan lain-lain.

“Terima kasih pak Gubernur Gorontalo hadir. Hari ini saya merasa senang banget, Pak Gubernur hadir, juga menyaksikan bagaimana geliat yang kita lakukan di jajaran Kementan,” ujar Menteri Syahrul saat mengawali pidatonya.

Menurutnya pelepasan ekspor ini tentu juga bekerja sama dengan stakeholder lain, kementerian lain, TNI/POLRI di dalam rangka mencoba melakukan langkah sekecil apapun, sebesar apapun untuk menghadirkan negeri, bangsa Indonesia yang bermoralitas dan kejayaan yang lebih maju dimasa yang akan datang.

Selain itu, Mentan menyampaiakan tentang peran karantina pertanian, karena ini hanya untuk berjaga-jaga, mengantisipasi adanya mikroba, yakni penyakit hewan tumbuhan yang bisa menyebar ke komoditas pertanian.

“Karantina sangat penting agar tidak menyebar penyakit. Tidak ada yang masuk ke negara kita tanpa ada pengawasan,” ujar Syahril

Usai berpidato, Menteri menyerahkan langsung “healt certificate dan phytosanitary certificate” kepada perwakilan perusahaan PT. Pacific Eastern Coconut Utama, Eksportir air kelapa, PT. Patel Trading, eksportir biji Pinang dan PT. Jati Perkasa Nusantara, Eksportir Pemix atau pakan ternak.

Dilokasi yang sama, Gubernur Gorontalo mengatakan kepada wartawan, sebelumnya Gorontalo juga telah mengekspor beberapa produk pertanian, utamanya jagung. Jagung menjadi komoditi yang paling banyak diekspor dari Gorontalo ke beberapa wilayah di Indonesia maupun di kanca internasional.

“Nanti kami akan ekspor lagi,” ujar Rusli Habibie

Kehadiran Gubernur Rusli sendiri mendapatkan undangan khusus dari Mentan Syahrul Y Limpo. Syahrul yang memang berkomitmen untuk terus memberikan perhatian penuh terhadap pertanian di seluruh daerah di Indonesia, merasa kehadiran gubernur gorontalo menjadi begitu penting. Gubernur Rusli menjadi satu-satunya kepala daerah yang berkesempatan hadir dalam pelepasan ekspor tersebut.

Usai acara pelepasan ekspor, Menteri dan Gubernur lakukan patroli laut, Patroli Gabungan Pengawasan Keamanan Dan Pengendalian Mutu Produk Pertanian di perairan teluk Jakarta bersama Menteri Pertanian, Gubernur Gorontalo, Pol Air, Baharkam Polri, Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar