Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Gorontalo Lantik Dua Widyaiswara Ahli Utama

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Kamis, 24 September 2020 | 20:05 WITA Tag: ,
  Suasana pelantikan dua Widyaiswara Ahli Utama oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Kamis (24/9/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melantik Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Provinsi Gorontalo Sumarwoto sebagai Widyaiswara Ahli Utama bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (24/9/2020). Pelantikan dilakukan bersamaan dengan satu Widyaisawara Ahli Utama lainnya yakni Dr. Irfan Ibrahim.

Sumarwoto diketahui akan memasuki usia pensiun pada 1 Oktober 2020 nanti. Tenaga dan pikiran mantan guru yang memiliki gelar doktor itu masih dibutuhkan untuk menjadi tenaga pengajar PNS di Badan Diklat Pemprov Gorontalo.

BACA  Ajak Mahasiswa Kaji Omnibus Law, Mendagri Apresiasi Gubernur

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan kinerja bapak selama menjadi anggota ASN yang tanggal 1 Oktober akan memasuki pensiun. Tetapi kemarin ada surat dari Bapak Sekda untuk mengangkat bapak sebagai Widyaiswara karena kita masih sangat butuh tenaga bapak,” ucap Gubernur Rusli.

Rusli menilai Sumarwoto punya banyak ilmu dan pengalaman selama menjadi ASN. Sumarwoto pernah menjadi guru, kepala sekolah, serta beberapa jabatan pimpinan tinggi pratama. Kiprah Sumarwoto selama penanganan pandemi covid-19 juga dinilai cukup baik.

BACA  Pemprov Siapkan Lahan Hibah untuk Kantor Bawaslu

“Semoga ilmu kalian sebagai Widyaiswara bisa bermanfaat buat ASN provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota. Ke depan kita kembangkan terus diklat kita. Kemarin bahkan dari Papua ingin diklat di sini, itu menandakan kita berkualitas. Ini yang harus kita jaga,” harap mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

BACA  Bahas Omnibus Law, Gubernur Kumpul BEM Perguruan Tinggi Gorontalo

Dengan dilantiknya Dr. Sumarwoto dan Dr. Irfan Ibrahim sebagai Widyaiswara Ahli Utama maka menggenapkan jumlah tenaga pendidik handal di badan diklat menjadi enam orang. Sebelumnya Badan Diklat itu sudah memiliki empat Widyaiswara Ahli Utama yakni Dr. Faiz Mahmud, Dr. Nurdin Mokoginta, Rusdin Kadjim, M.Pd dan Dr. Anis Naki.(adv/rwf/hg)


Komentar