Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Gorontalo Minta Para Kades Wajib Laporkan Perkembangan Vaksinasi

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 10 Agustus 2021 | 18:05 PM Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin rapat virtual dengan Forkopimda, Bupati, Walikota serta perwakilan Camat dan Kepala Desa, Selasa (10/08/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati dan Walikota yang ada di Wilayah Provinsi Gorontalo diminta oleh Gubernur Rusli Habibie untuk dapat mewajibkan para Camat maupun Kepala Desa, wajib melaporkan perkembangan vaksinasi di wilayah masing-masing.

Orang nomor satu di Provinsi Gorontalo itu meminta agar pelaporan tersebut dilakukan melalui google form yang dapat dimonitor setiap hari dan dievaluasi setiap Minggu.

“Misalnya kelurahan Tumbihe ada 1000 orang yang harus divaksin, maka setiap hari dia harus menginput pelaporan harian setiap hari berapa? Ini dimonitor secara bertingkat termasuk oleh TNI dan Polri,” kata Rusli Habibie saat memimpin rapat virtual dengan Forkopimda, Bupati, Walikota serta perwakilan Camat dan Kepala Desa, Selasa (10/08/2021).

Untuk memaksimalkan proses pelaporan, Aparatur Pemerintah Provinsi Gorontalo disebar untuk menjadi koordinator di desa dan kecamatan, bahkan begitu juga denggan aparat TNI dan Polri.

“Ketika ada desa atau kelurahan yang pelaporannya tidak ada, maka kita turun untuk melihat. Kita periksa di desa atau kelurahan. Apa yang terjadi, kesulitan anggaran atau apa. Tugas kita ada problem solving,” imbuh Rusli Habibie.

Pengisian pelaporan vaksinasi melalui google form akan sejalan dengan aplikasi Bersama Lawan Covid-19 oleh pemerintah pusat. Sejalan juga dengan basis data di website data.covid-19.go.id. Setiap aktivitas posko, aktivitas vaksinasi dan tingkat kepatuhan warga di tingkat provinsi hingga kelurahan bisa dimonitor dan diintervensi secara real time.

Selain mendorong vaksinasi di tingkat desa dan kelurahan, Gubernur Rusli juga mendorong agar anak usia 12-17 tahun sudah ikut vaksinasi dosis lengkap. Caranya dengan melibatkan pihak guru dan komite melakukan sosialisasi. Ditargetkan dalam 100 hari ke depan 42.000 siswa SMA/SMK dan SLB yang menjadi kewenangan provinsi bisa divaksin lengkap.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo
(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar