Minggu, 29 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Persepsi , pada Kamis, 12 Mei 2022 | 11:05 Tag: ,
  Riansyah Harun

Oleh: Riansyah Harun

JUJUR saja saya tidak mengenal beliau. Baik secara pribadi maupun secara umumnya sesama orang Gorontalo yang lama ada di rantau. Apalagi beliau sampai bisa mengenal saya.
Wouw…., rasanya jaaauuuhhhhh sekali.

Namun 3 hari menjelang pengumuman resminya (hari Rabu 11 Mei 2022) yang kemarin itu, saya mendapat atau tepatnya melihat bocoran kalau pak Hamka inilah sebagai orang yang terakhir dan hampir pasti akan dilantik menjadi Gubernur Gorontalo sampai 2024.

Apalagi yang menjanjikan berita hangat tadi, seseorang yang namanya cukup terjaga dan harum di seputaran jurnalis daerah ini. Malah memimpin sebuah Media Cetak yang terbesar dan terkenal di Gorontalo. Beliau inilah yang telah menyajikan berita top nan hangat tadi, dalam FB medsosnya.

Maka saya pun semakin yakin, bahwa Pak Hamka inilah yang akan menjadi gubernur untuk periode sampai dengan 2024 nanti.

Dan seorang jurnalis kawakan yang saya bilang diatas tadi itu, tidak lain dan tidak bukan, adalah ibu Femmy Udoki sendiri.

Apalagi ibu Femmy ini, di media sosial beliau, sempat mengunggah dengan kalimat yang teduh, yang kira-kira berbunyi, kapan-kapan kita bisa makan bersama lagi, sambil menampilkan makan bersama dengan Pak Gubernur yang bakal dilantik ini.

Sepertinya pertemanan ibu Femmy dgn Pak Gubernur baru tersebut, sudah lama terjalin erat. Mungkin pula sejak zaman sama-sama masih mahasiswa dulu, dan zaman-zaman perjuangan semasa di HMI Sulut sana.

Malah kalau tidak salah, saat Pak Hamka berkunjung ke Gorontalo baru-baru ini karena tugas beliau, pernah sampai menolak memakai kendaraan dinas yang disiapkan protokoler, dan lebih memilih bergabung bersama bu Femmy. Malah pernah bu Femmy lah yang menjadi drivernya.

Kedekatan beliau berdua inilah, yang membuat saya hakul bin yakin kalau bocoran siapa yg bakal jadi gubernur tadi, benar-benar valid.

Dan terbukti ungkapan bu Femm ini (biasa saya memanggil beliau seperti itu) di medsosnya kemarin itu, sahih dan benar.

Kehati-hatian ibu Femm dalam menggugah medsosnya ini (sebelum-sebelumnya banyak beredar di medsos lainnya, tentang seseorang yang sudah pasti akan jadi gubernur, namun meleset), menandakan beliau adalah jurnalis kawakan.

Instink saya berkata, jika bu Femm ini terjaga terus namanya. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti dan tidak akan lama lagi, beliau pasti akan menjadi sesuatu di Bone Pesisir sana.
Banyak terbukti jurnalis mampu dan bisa seperti itu.
Insya Allah ya bu…

Kembali ke pak Gubernur diatas.
Kalau melihat track record pak Hamka yg disajikan Gorontalo Post pagi ini, saya yakin beliau akan bisa berlari kencang memimpin Gorontalo.

Kalau pak Tursandi dulu banyak mendapat apresiasi masyarakat (sampai-sampai nama keponakan saya pun diberi nama Tursandi), Pak Fadel dan Pak Gusnar banyak menorehkan dasar-dasar Gorontalo di jagung, perikanan, maupun jamaah haji dengan sistem embarkasi haji sementara, dan lain-lainnya.

Maka Pak Rusli pun, di salah satu keunggulannya, banyak menyentuh masyarakat lapisan bawah, pembangunan nyata GORR yang sekarang bisa kita nikmati bersama itu (apalagi tamu-tamu yang baru pertama kali berkunjung ke Gorontalo, walaupun belum rampung sampai Bandara Isimu sana), serta banyak lagi hal-hal lainnya yg membanggakan.

Terutama yang fenomenal kemarin itu, dimana Gorontalo merupakan provinsi yang bisa menekan laju penyebaran Covid. Walaupun banyak yang bersungut-sungut jika tiba di Bandara Jalaluddin, karena masih antri untuk di colok hidungnya guna pengecekan covid yang dibawa selama penerbangan.

Sedangkan Pak Zudan, lebih dikenal dengan kepribadiannya yang banyak menyentuh masyarakat, apalagi dengan keislamannya yang menonjol itu.

Pokoknya gubernur-gubernur yang pernah memimpin Gorontalo ini, adalah orang-orang hebat semuanya. Makanya patut kita apresiasi mendalam semuanya. Apalagi Gorontalo bisa senyaman dan seteduh ini.

Namun bagaimana dengan Pak Hamka….??? Sayapun yakin, apalagi dgn latar belakang organisasi beliau yg bertumpuk banyak itu, beliau pasti bisa membuat Gorontalo akan lebih melejit lagi.

Dan bisa-bisa (tidak tertutup kemungkinan), dengan kehebatan beliau nanti, malah bisa saja beliau menyodok kedepan dan ‘memporak porandakan’ strategi tentang siapa-siapa calon yang akan diunggulkan menjadi gubernur di 2024 nanti.

Apalagi langkah-langkah beliau kedepan cukup nyata dan real di lapangan. Apalagi bisa sampai menyentuh hati nurani masyarakat yg paling dalam, masyarakat yg daerahnya lebih dikenal dengan istilah Serambi Madinah ini…
Wouw……

Namun apakah ada aturan yang membolehkan jika seseorang Kepala Daerah (Gubernur) pengganti sisa masa jabatan sampai dengan 2024, dan ia mengajukan izin berhenti di 3/4 masa jabatannya, karena akan melangkah untuk bertarung menjadi calon Gubernur ?
Apalagi karena itu permintaan mayoritas masyarakat yang didukung oleh partai-partai kecil dan besar?

Itu saya belum tahu persis. Namun rasanya itu bukan sesuatu hal yg mustahil bisa terjadi. Karena politik itu selalu dinamis (meminjam istilah teman-teman yang banyak berkecimpung di politik). Kita lihat saja nanti. (*)

Selamat bertugas pak Gubernur Hamka.

(Visited 33 times, 1 visits today)

Komentar