Senin, 28 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Khawatir Program Pemkab Gorontalo Tak Dilanjutkan

Oleh Jamal De Marshall , dalam Advertorial Gorontalo , pada Kamis, 13 Februari 2020 | 16:00 WITA Tag:
  Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi antara Pemprov Gorontalo dan Pemkab Gorontalo di Gedung Kasmat Lahay, Limboto, Kamis (13/02/2020).(Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie merasa khawatir Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo tidak dilanjutkan. Kekhawatiran Gubernur dua periode itu disampaikan Rusli saat diwawancarai wartawan usai Rapat Koordinasi dan Evaluasi antara Pemprov Gorontalo dan Pemkab Gorontalo di Gedung Kasmat Lahay, Limboto, Kamis (13/2/2020).

“Tadi saya katakan saya khawatir karena begitu bagusnya program Pak Nelson (bupati), capaian-capaian program selama lima tahun, ini kalau enggak ada yang lanjutkan. Naah,” kata Rusli Habibie.

Kekhawatiran Rusli Habibie itu bukan tanpa alasan. Ya, setiap pergantian kepala daerah maka program juga akan berganti dan butuh penyesuaian ulang. Akibatnya program yang disusun menjadi tidak berkelanjutan.

BACA  Santuni Korban Banjir, Pemkab Gorontalo Apresiasi Program 'Jaksa Peduli'

“Ini kan programnya sudah bagus. Pak Nelson itu akademisi, politisi yang sudah berkecimpung di pemerintahan. Sudah profesor lagi, saya rasa beliau sangat profesional,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyebut visi pemerintahannya yakni Mewujudkan Kabupaten Gorontalo Gemilang Menuju Masyarakat Madani. Visi itu dijabarkan dalam tiga tahap yakni era mantap 2016-2020, era mandiri 2021-2025 dan era madani 2026-2030.

“Periode ini kami sebut era mantap, memantapkan program pemerintahan sebelumnya menuju masyarakat mandiri insyaallah 2021-2025. Jadi visi kami masyarakat madani itu nanti 2030 siapapun bupatinya. Jadi tidak berarti saya ingin jadi bupati tiga periode pak gubernur,” jelas Nelson.

BACA  Pemprov Gorontalo Terus Kampanyekan Penggunaan Masker di Ruang Publik

Dengan prioritas program di bidang SDM, infrastruktur dan lingkungan serta pertanian terpadu dan ekonomi kreatif, banyak indikator makro ekonomi yang meningkat. IPM yang sebelumnya 63,63 sekarang 66,62, kemiskinan dari 21,8 persen menjadi 18,6 persen.

“Yang menggembirakan adalah investasi pak. Dari tahun 2015 hanya Rp150 miliar, tahun lalu Rp1,5 triliun. Investasi kita melebihi jumlah APBD kita sehingga dana di Gorontalo tidak saja dana pemerintah tapi swasta juga ikut berkembang,” beber Nelson.

BACA  Sembilan Kontestan Pilkada Positif Covid-19, KPU Siapkan Jadwal Tersendiri  

Pada rakorev tersebut juga dibahas tentang sinergitas program antar daerah. Pemprov Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp 124 miliar, sementara dana dari alokasi APBN sebesar Rp 298 miliar. Bantuan itu diharapkan bisa bersinergi dengan kabupaten dalam berbagai program.

Sejumlah program strategis diusulkan Pemkab Gorontalo di antaranya Pelabuhan Bilato sebagai lokasi pelabuhan baru, Kawasan Industri Pulubala-Bilato, pengembangan Rumah Sakit MM Dunda serta Kawasan Geopark Danau Limboto.(adv/rwf/hg)


Komentar