Sabtu, 24 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Minta, Sosialisasi Pergub Sanksi Protokol Kesehatan Dimasifkan

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 18 Agustus 2020 | 23:05 WITA Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi Pergub nomor 41 tahun 2020, Selasa (18/8/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta agar sosialisasi Peraturan Gubernur Gorontalo (Pergub) nomor 41 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dilaksanakan secara masif hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Tempat ibadah dan pemuka agama diminta untuk rutin menyiarkan materi sosialisasi kepada masyarakat mulai hari ini hingga 24 Agustus 2020.

“Untuk tokoh agama kami imbau bisa mensosialisasikan melalui masjid-masjid setiap salat lima waktu. Semua tempat ibadah, masjid, gereja, pura dan lain lain untuk memutar rekaman sosialisasi agar bisa diketahui dan ditaati,” ucap Rusli Habibie saat memberikan sambutan pada sosialisasi Pergub nomor 41 tahun 2020, Selasa (18/8/2020).

BACA  Ajak Mahasiswa Kaji Omnibus Law, Mendagri Apresiasi Gubernur

Sosialisasi itu dihadiri oleh Kapolda Gorontalo Irjenpol Adnas, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, Kabinda Oneng Subroto serta perwakilan Kejaksaan Tinggi. Sosialisasi ditandai dengan penyerahan Pergub 41 Tahun 2020 dan masker oleh Gubernur Rusli Habibie kepada perwakilan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan unsur mahasiswa.

“Kunci keberhasilan penanganan covid-19 tergantung kita semua dalam mentaati protokol kesehatan dan butuh kemersamaan baik unsur pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh elemen yang ada,” ucap Rusli dalam sambutannya.

BACA  HPMU Siap Lanjutkan Program 10 Ribu Lapangan Kerja

Hal yang menonjol pada Pergub 41 Tahun 2020 yakni bentuk ketaatan dan disiplin sekaligus bentuk sanksi bagi yang melanggar. Bagi perseorangan, sanksi yang tidak mematuhi protokol kesehatan berupa teguran, kerja sosial dan atau sanksi Rp150.000.

“Sedangkan untuk pelaku usaha, pertokoan, pasar, restoran dan lain-lain dikenakan sanksi berupa teguran, kerja sosial, denda Rp500.000 sampai dengan pencabutan izin oleh pemerintah kabupaten dan kota,” tegasnya.

BACA  Pemprov Gorontalo Masuk Tiga Besar Nasional Realisasi Belanja APBD

Peluncuran sosialisasi Pergub 41 Tahun 2020 diwarnai dengan publikasi kendaraan bermotor di sejumlah titik di Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo. Selain melibatkan anggota Indonesia Offroad Federation (IOF) Gorontalo, sosialisasi dan bagi-bagi masker melibatkan ratusan ASN Pemprov dengan kendaraan roda empat, roda dua dan bentor.

Hingga 17 Agustus 2020, kasus covid-19 di Gorontalo dilaporkan sebanyak 1788 orang. Rinciannya 419 orang dirawat, sembuh 1.322 orang dan meninggal 47 orang. (adv/rwf/hg)


Komentar