Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Ridho Wujudkan Mimpi 20 Tahun Masyarakat Pasawaran

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:31 WITA Tag: , ,
  


Wonderful Indonesia
BANDAR LAMPUNG, Hargo.co.id  — Selama 20 tahun ruas jalan Gedong Tataan-Kedondong di Kabupaten Pasawaran rusak berat dan nyaris tak pernah tersentuh perbaikan. Kini, jalan itu sedang dibangun dibeton dan hotmix.

“Empat gubernur sebelumnya sama sekali tak memperhatikan jalan ini,” kata Heri, kepala Desa Way Lima. “Gubernur Ridho Ficardho tak banyak bicara, dan mengambulkan harapan masyarakat.”

BACA  Firli Bahuri Cs Diminta Punya Itikad Baik Penuhi Panggilan Komnas HAM Besok

Ruas jalan Gedong Tataan-Kedondong di Kabupaten Pasawaran hanya satu dari sekian banyak jalan yang sedang dibangun. Lainnya tersebar di hampir semua kabupaten, dan menghubungan kota-kota penting di sekujur Lampung.

Gubernur Ridho ingin seluruh kota di Lampung saling terkoneksi dengan baik. Untuk mewujudkannya, Pemprov Lampung menaikan anggaran pembangunan dan perbaikan jalan Rp 2 triliun. Sedangkan kebutuhan ideal mencapai Rp 4,5 triliun.

BACA  Ahmad Dhani Yakin Abdee Sudah Disiapkan jadi Menteri Jokowi

“Saya menargetkan 85 persen jalan di sekujur Lampung dalam kondisi baik pada tahun 2019,” kata Gubernur Ridho. “Ini pekerjaan sulit, karena saya diwarisi 41 persen kondisi jalan yang mantap pada tahun pertama menjabat.”

Saat ini panjang jalan propinsi di Lampung mencapai 1.693 kilometer dan jalan negara 1.159 kilometer. Hasil survei terakhir pada 26 Mei 2016 menunjukan hanya 61 persen jalan propinsi yang mantap, 51,2 persen baik, dan 10,7 persen sedang. Lainnya, 38 persen tidak mantap dan 11 persen rusak ringan.

BACA  Komnas HAM Dorong Polisi Dalami Penyebab Kematian Wabup Sangihe

Imer Darius, ketua Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Lampung, mengatakan kenaikan anggaran pembangunan dan perbaikan jalan memperlihatkan betapa Gubernur Ridho sangat serius memperbaiki infrastruktur jalan.

Laman: 1 2


Komentar