Jumat, 7 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Sebut Provinsi Gorontalo Urutan 4 Pengguna Miras Terbanyak di Indonesia

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo Headline , pada Sabtu, 20 Juni 2020 | 22:05 WITA Tag: ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberi sambutan pada pemusnahan Miras jenis Cap Tikus, Sabtu 20/06/2020) di Mako Sat Brimob. (Foto Zulkifli Polimengo/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, berdasarkan hasil survei di 34 Provinsi, Gorontalo ternyata menduduki peringkat ke-4 pengguna atau pengkonsumsi minuman keras (miras) terbanyak di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Rusli Habibie saat memberikan sambutan di kegiatan pemusnahan barang bukti 36,7 ton Miras jenis Cap Tikus hasil sitaan selama pelaksanaan PSBB, di Makosat Brimob Polda Gorontalo Sabtu (20/06/2020).

“Sesuai data hasil survei kita di 34 provinsi, ternyata Provinsi Gorontalo urutan ke 4 pengguna miras masyarakatnya, dan tentunya ini sangat memprihatinkan, memalukan, serta memilukan saya selaku gubernur. Walaupun menurut catatan Kapolda Gorontalo sekarang tingkat kriminalitasnya turun hingga ranking ke 34 se Indonesia,” ungkap Rusli Habibie.

BACA  Muscab PPP Pohuwato, Mengalir Dukungan ke Sri Masri Sumuri

Lanjut Rusli Habibie juga menuturkan, dimana penduduk di Provinsi Gorontalo kurang lebih ada 97 persen yang beragama islam, namun yang terjadi, masih tingginya angka masyarakat yang mengkonsumsi miras.

BACA  Investor di Gorontalo Utara Diminta Rekrut SDM Lokal

“Dalam Alquran kepercayaan kita yang beragama Islam, sudah nyata-nyata bahwa miras haram hukumnya, namun masih ada saja yang suka mengkonsumsi barang haram tersebut. Inilah yang perlu kita selesaikan masalahnya, dan saya berharap ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua,” tegas Rusli Habibie.

Gubernur yang memimpin Gorontalo selama II periode itu juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam memberantas miras di Provinsi Gorontalo yang dikenal sebagai Serambi Madinah.

BACA  Kamar Mayat Sampai Tidak Muat, Wabah COVID-19 di Amerika Makin Gawat

“Jumlah petugas TNI-POLRI di Gorontalo sangat terbatas dan tidak seimbang dengan jumlah masyarakat pengguna miras, olehnya itu ini membutuhkan peran serta dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari seluruh pihak, dalam rangka memberantas peredaran dan penggunaan miras di wilayah Provinsi Gorontalo,” tutup Rusli Habibie.(zul/adv/hg)


Komentar