Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gudang Beras Disulap Jadi Tempat Ribuan Botol Pinaraci dan Kesegaram

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 21 Juli 2017 | 09:17 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Satuan Reskrim Umum Polres Bone Bolango (Bonbol) membongkar gudang beras di Desa Bubeya, Suwawa, yang menyimpan ribuan botol minuman keras (miras). Saat digrebek polisi, terdapat 5.280 botol miras jenis Pinaraci dan Kasegaran.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, terbongkarnya kedok gudang beras berisi miras yang beroperasi sejak tiga minggu belakangan ini berasal dari laporan masyarakat yang curiga dengan isi dari gudang beras itu.

BACA  Pengunjung Membludak, Pantai Minanga 'Disegel' Petugas

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menyelidiki kebenaran informasi itu.
Selanjutnya, kemarin, Kamis (20/7), Satreskrim Polres Bonbol langsung melakukan penggrebekan di lokasi kejadian Desa Bubeya.

Alhasil, saat penggrebekan polisi berhasil menemukan sedikitnya 5.280 botol miras jenis Pinaraci dan Kasegaran di gudang beras dimaksud. Dari total 5.280 botol itu terdiri dari 2.850 botol miras jenis Pinaraci dengan nilai sekira Rp 62 Juta dan 2.400 botol Kasegaran dengan nilai Rp 60 Juta.

BACA  Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Gorontalo, Seorang Dalam Pencarian

“Rencananya, miras ini akan dipasarkan ke wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo,” ujar AKP Rudi Hartono, SIK, Kasat Reskrim Polres Bonbol saat diwawancarai usai penggerebekan.

Tak hanya itu, dari lokasi kejadian polisi juga mengamankan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus ini. “Selain sejumlah saksi, kita juga mengamankan pemilik gudang berinisial IS (56) warga Bone Bolango,” tambahnya.

BACA  Diduga Langgar Prokes, Kegiatan Seminar Kesehatan Dibubarkan Polres Gorontalo Kota

Tak hanya itu, dari keterangan sementara dari pemilik gudang, barang haram ini berasal dari Manado, Provinsi Sulawesi Utara. “Lokasi kejadian sudah kita police line dan menurut keterangan pemilik gudang, gudang miras berkedok gudang beras ini baru dua kali digunakan,” tegasnya.

Sedangkan untuk pelaku sendiri, menurut Rudi, akan dijerat dengan pasal 160 , UU Perdagangan Nomor 7 tahun 2014. “Untuk mengelabui petugas, pelaku menggunakan ijin gudang beras,” tandasnya.(tr-45)


Komentar