Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Guna Minimalisir Bencana, BPBD: Perlu Koordinasi Lintas Instansi

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Sabtu, 16 Januari 2021 | 00:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi Bencana Alam. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Banjir yang terjadi pada dua desa di Kabupaten Gorontalo menjadi awal bencana alam yang terjadi di daerah itu. Curah hujan tinggi menyebabkan satu dusun di Desa Hutabohu dan Kecamatan Limboto Barat, terendam banjir. Sedikitnya, 10 rumah terendam akibat luapan air Sungai Alopohu yang melintasi dusun tersebut, Kamis (14/01/2021).

“Itu bencana alam pertama yang terjadi di 2021 ini. Banjir terjadi akibat luapan air sungai. Ketinggian air mencapai satu meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku kepada Hargo.co.id, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/01/2020).

BACA  Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Gelar Apel Perdana

Bencana alam tersebut kemungkinan masih akan terjadi. Berdasarkan data prakiraan potensi curah hujan dari BMKG, Hujan akan mengguyur kabupaten Gorontalo hingga akhir Januari mendatang. Menghadapi musim penghujan ini, Sumanti mengatakan pentingnya peringatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya banjir dan longsor.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya, sudah sering melakukan sosialisasi maupun pelatihan kepada masyarakat terkait cara menghadapi bencana alam. Selain itu, juga di pasang plakat peringatan tentang daerah rawan banjir maupun tanah longsor

BACA  Polisi Tahan Pelaku Pencabulan Bocah 11 tahun

Dikatakannya, banjir dan tanah longsor bukan hanya diakibatkan curah hujan tetapi juga sebabkan kerusakan lingkungan hidup, seperti kerusakan hutan di hulu atau daerah aliran sungai yang beralih fungsi menjadi berbagai macam peruntukan, terutama perkebunan.

Menurutnya, penanggulangan bencana alam tidak bisa hanya dilakukan oleh BPBD saja. Perlu koordinasi lintas instansi untuk meminimalkan dampak ancaman bencana banjir dan tanah longsor. Dia menyampaikan beberapa poin terkait upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak terjadinya banjir tersebut.

BACA  BPKP Serahkan LHP Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Gorontalo

“Perlu juga ada sosialisasi kepada masyarakat dari pihak pihak terkait. Misalnya sosialisasi tentang bahaya membangun rumah di daerah rawan banjir dan tanah longsor, Maupun sosialisasi terkait kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan tanaman keras di lokasi perkebunan,” terang Sumanti

Ia berharap, dengan koordinasi yang baik yang tercipta di lintas instansi dan dukungan dari masyarakat, dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut bisa diminimalisir.(hiu/adv/hg)


Komentar