Sabtu, 23 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gunakan 77 Bahasa Daerah, Pedoman Perubahan Perilaku Mudah Dipahami Masyarakat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Kabar Nusantara , pada Selasa, 1 Desember 2020 | 21:05 WITA Tag: , , , , ,
  Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto: Ricardo/JPNN


Hargo.co.id, JAKARTA – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut bahwa peluncuran pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M dalam 77 bahasa daerah merupakan salah satu strategi yang tepat.

Dilansir dari JPNN.com, Masyarakat, kata Doni, diyakini bisa lebih mudah memahami istilah terkait pandemi Covid-19.

“Ini suatu hal yang menurut saya sangat strategis pada saat ini. Karena bahasa daerah adalah salah satu cara kita untuk bisa mempercepat informasi kepada masyarakat,” ujar Doni sebagaimana dikutip dari akun YouTube BNPB, Selasa (1/12).

BACA  Soal Varian Baru Covid-19, Ini Aturan dari Satgas

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB ini mengakui bahwa banyak istilah teknis yang disebutkan oleh pemerintah terkait pandemi Covid-19.

Diharapkan, dengan adanya pedoman dalam bahasa daerah, masyarakat akan lebih mudah memahami makna dari istilah-istilah dengan lebih sederhana dalam pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan.

“Penjelasan tentang Covid-19 ini harus secara sederhana dan mudah, sehingga bisa dengan baik oleh masyarakat,” imbuh Doni.

Diketahui bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meluncurkan pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M dalam 77 bahasa daerah.

BACA  Rektor ITS Surabaya Terpapar Covid-19

Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

“Agar semakin mudah dipahami oleh masyarakat antara lain karena bahasa yang terlalu tinggi atau rumit. Tantangan komunikasi dan sosialisasi publik ini harus cepat diatasi,” kata Mendikbud Nadiem Makarim, saat peluncuran secara daring melalui akun YouTube BNPB, Selasa (1/12).

Nadiem menuturkan, salah satu upaya agar pesan bisa dengan cepat tersampaikan ke masyarakat yakni menggunakan bahasa daerah masing-masing.

“Bahasa daerah sebagai bahasa ibu adalah sarana yang dapat mendekatkan pesan secara lebih emosional kepada penuturnya. Harapan saya dengan diterjemahkan ke dalam bahasa ibu, para penutur bahasa dapat merasa lebih dekat dan lebih memahami pedoman itu,” tambah Nadiem.(cuy/jpnn/hg)

BACA  Virus Baru Covid-19 Muncul, Begini Penjelasan Satgas

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Satgas Covid-19 Yakin Pedoman Perubahan Perilaku dalam Bahasa Daerah Percepat Informasi“. Pada edisi Selasa, 01 Desember 2020.

Komentar