Selasa, 18 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gunakan Dana PEN, Pemprov Gorontalo Akan Percantik Ibu Kota 

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 2 Desember 2021 | 06:05 AM Tag: , , , ,
  Penandatanganan PEN Gorontalo tahun 2021, yang disepakati antara Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di kantor PT SMI, Jakarta, Rabu (01/12/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Dengan menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, Pemerintah Provinsi Gorontalo siap mempersolek wajah ibu kota. Dari tujuh program kegiatan infrastruktur yang diusulkan melalui PEN, empat diantaranya program infrastruktur di Kota Gorontalo. 

PEN Gorontalo 2021 itu telah disepakati bersama antara Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Edwin Syahruzad dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang berlangsung di kantor PT SMI, Jakarta, Rabu (01/12/2021). 

Dalam kesepakatan itu dikabarkan bahwa PT SMI menyetujui pinjaman Pemprov Gorontalo senilai Rp 311,3 miliar. 

“Infrastruktur itu ada empat di kota. Jalan eks Andalas, perbaikan saluran Tangidaa, jalan Tenilo – Pilolodaa – Iluta dan pompa air untuk banjir Jalan Panjaitan. Kenapa kita pusatkan di kota, karena menjadi ibu kota serta pusat perdagangan dan jasa,” kata Rusli Habibie dalam sambutannya. 

Penandatanganan kerjasama tersebut sekaligus menandai pencairan dana PEN, dimana Rusli Habibie meminta kepada dinas terkait untuk segera menyiapkan dokumen terkait untuk persiapan pekerjaan. 

Terima kasih saya ucapkan kepada PT SMI yang sudah menyetujui pinjaman kami. Mudah mudahan anggaran ini bisa kita gunakan sebaik baiknya untuk kebutuhan rakyat,”ujar Rusli Habibie. 

Dana PEN Pemprov Gorontalo 2021 terdiri dari tujuh paket pekerjaan. Ada pekerjaan jalan eks jalan Andalas atau John A. Katili senilai Rp 42,7 miliar, jalan Tenilo – Pilolodaa – Iluta segmen I Rp20 miliar, dan kanal banjir Tanggidaa Rp 33,6 miliar. 

Disamping itu ada juga pekerjaan jalan Taluditi-Wonggarasi Rp33,03 miliar, pembangunan stasiun pompa air banjir untuk genangan air kota Rp16,4 miliar, jasa konsultan MK dan Pembangunan RSUD dr.Hj. Hasri Ainun Habibie senilai Rp 109 miliar, serta pengadaan alat kesehatan RSUD dr. Hj. Hasri Ainun Habibie Rp 41,4 miliar. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 35 times, 1 visits today)

Komentar