Sabtu, 17 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gunakan Ijazah Ilegal, Komisioner KPU Terancam Dipecat

Oleh Aslan , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 4 Juni 2018 | 15:07 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia nampaknya tidak main-main dalam menerapkan aturan persyaratan menjadi Komisioner KPU Provinsi hingga Kabupaten/ Kota yang ada di seluruh Indonesia.

Hal ini seperti yang ditegaskan langsung oleh Komisioner KPU RI, Viryan Aziz saat menggelar kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo Sabtu (2/6) kemarin. Viryan menegaskan, jika ada pelanggaran persyaratan yang dilakukan oleh calon anggota KPU Provinsi, Kabupaten/ Kota, akan langsung dicoret.

Namun, bila pelanggaran persyaratan dilakukan oleh calon yang sudah ditetapkan menjadi komisioner, laporannya akan diproses lewat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

BACA  Lagi, Polres Gorontalo Kota Amankan Ratusan Liter Cap Tikus

Hal ini ditegaskan oleh Viryan saat menanggapi maraknya isu dugaan penggunaan ijazah ilegal oleh salah seorang oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo belakangan ini.

Viryan mengatakan, terkait penggunaan ijazah ilegal oleh oknum Komisioner KPU Provinsi Gorontalo memang sempat sampai di meja Komisioner KPU RI, saat pelaksanaan pleno di Jakarta. Namun saat itu, laporan yang masuk tidak disertai bukti kuat dugaan itu. Sehingga tidak ditindaklanjuti oleh KPU RI.

BACA  Lihat Nih, Kiprah ‘Pasukan Kuning’ dalam menjaga Kebersihan

“Kita tidak menemukan hal tersebut, kalau hanya laporan memang ada kemarin,” terangnya.

Olehnya, jikapun memang benar laporan itu menurut Viryan, untuk saat ini seharusnya laporan disampaikan langsung ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia, agar ditindak lanjuti dengan pemeriksaan terhadap laporan yang dimaksud.

“Masyakarat silahkan lapor ke DKPP RI dengan menyertakan bukti-bukti kuat, nanti tindak lanjutnya akan langsung dilakukan oleh DKPP,” terangnya.

BACA  Gercep! Polisi Tangkap Pengemudi Fortuner Bergaya Koboi di Jakarta Selatan

Lebih lanjut Viryan mengatakan, Pihaknya sendiri secara tegas tentunya sangat selektif dalam menjalankan tahapan perekrutan komisioner KPU.

“Kalau memang terbukti, akan kita berhentikan, karena yang bersangkutan tidak memenuhi syarat sebagai calon,” tambahnya.

Namun demikian Viryan juga berharap kepada masyarakat yang ingin mengajukan laporan terkait persyaratan calon komisioner, untuk ikut melampirkan  bukti, jika ingin membuat sebuah laporan. Karena jika laporan yang tidak disertai bukti, maka tidak akan ditindaklanjuti oleh Komisioner KPU RI. (yds-gp/hg)


Komentar