Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gunakan Narkoba, Dua Sejoli di Gorontalo Diciduk Usai Transaksi

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Indonesia 99 Kata Metropolis , pada Selasa, 30 Juli 2019 | 02:58 AM Tag: , , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua sejoli pengguna Narkoba berhasil diciduk oleh Polda Gorontalo usai lakukan transaksi. Menariknya, tersangka pria merupakan buron kasus yang sama dan sudah jalan sejal dua bulan.

Informasi yang berhasil dirangkum Hargo.co.id, pria berinisial FH (24), warga Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo ditangkap saat berboncengan dengan teman wanitanya. Penangkapan yang dilakukan oleh Tim Opsnal Direktorat Narkoba itu berawal dari informasi masyarakat, dimana akan ada transaksi narkoba di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gorontalo depan mini market.

Tim Opsnal pun mendatangi mini market tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Walhasil, mereka melihat seorang lelaki yang berboncengan dengan wanita yang dicurigai telah melakukan transaksi.

Tim Opsnal kemudian membuntuti keduanya yang sedang naik motor. Tak lama berjalan, Tim Opsnal langsung menghadang keduanya. Melihat anggota polisi, pengemudi motor yang belakangan dikenal bernama FH, membuang paket yang diduga narkoba.

Polisi kemudian meminta FH mengambil paket yang diduga narkoba tersebut. FH yang berboncengan dengan wanita yang diketahui bernama JP (28), warga Desa Mongolaing, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), kemudian digiring ke Polda Gorontalo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Drs. Rachmad Fudail,MH melalui Direktur Narkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol. Totok Triwibowo,SIK yang disampaikan oleh Panit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Gorontalo, Iptu Mohamad Adam,SH menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata FH merupakan tersangka dalam kasus yang sama, yang ditangani oleh pihak Dit Narkoba Polda Gorontalo pada 26 April 2019 lalu.

“Keduanya mengakui hendak menggunakan narkoba bersama. Dari tangan FH, kami berhasil menyita satu sachet narkoba jenis sabu dengan berat 0,351 gram. Keduanya pun positif menggunakan narkoba setelah kami lakukan pemeriksaan urine. Saat ini keduanya sudah di tahan di sel tahanan Polda Gorontalo,” jelasnya.

Ditambahkan pula, atas kepemilikan narkoba tersebut, keduanya dikenakan Pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Dari hasil penyelidikan, tersangka FH mengakui barang tersebut berasal dari salah seorang narapidana di Lapas Kelas IA Tuminting, Sulawesi Utara (Sulut). Namun setelah kami melakukan pemeriksaan, narapidana itu mengaku tidak kenal dan tidak melakukan penjualan narkoba. Saat ini kami masih melengkapi berkas perkara,” pungkasnya. (kif/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar