Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gusnar Ismail Bertemu Marten, Mungkinkah Koalisi Golkar-Demokrat Terwujud?

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Kamis, 5 Oktober 2017 | 13:03 Tag: , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id– Langkah Marten Taha menatap bursa pencalonan Pemilihan Walikota (Pilwako) semakin mantap. Setelah mendapat rekomendasi Partai Golkar, kandidat petahana itu kembali mendapat sokongan dari Partai Demokrat.

Kepastian dukungan partai berlambang segitiga mercy itu menyusul pertemuan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail dengan Marten Taha, Selasa (3/10) malam di RM Meranti.

Pertemuan yang berlangsung lebih kurang satu jam lamanya itu banyak membicarakan mengenai perkembangan Pilwako. Khususnya berkaitan realisasi koalisi antara Partai Golkar dan Demokrat, sebagaimana yang pernah dibangun pada Pilgub 2017 lalu.

Ketua DPD Demokrat Gorontalo Gusnar Ismail yang ditemui usai pertemuan mengemukakan, pihaknya terus menjalin komunikasi politik agar koalisi yang dibangun pada Pilgub lalu bisa diimplementasikan di Kota dan Gorontalo Utara.

“Kita terus mengkomunikasikan itu,” kata Gusnar Ismail.

Mantan Gubernur Gorontalo itu menegaskan, terkait koalisi Golkar-Demokrat untuk Pilwako ada beberapa hal yang krusial yang perlu dituntaskan. Pertama menyangkut siapa wakil yang akan menjadi pendamping Marten Taha.

“Untuk Demokrat kita masih akan bicara lagi. Untuk nama belum, tetapi niatannya sudah sama,” ujar Gusnar Ismail.

Hal lain, lanjut Gusnar Ismail adalah visi misi pasangan calon walikota dan wakil walikota. Sebab, tantangan yang dihadapi Kota Gorontalo lima tahun kedepan semakin kompleks. “Sehingga membutuhkan kerja yang lebih keras lagi,” ungkap Gusnar Ismail.

Terpisah, Marten Taha mengakui bila pembicaraannya dengan Gusnar Ismail terkait penguatan koalisi antara Golkar dan Demokrat. “Partai Golkar dan Demokrat akan berkoalisi secara permanen seperti yang dilakukan pada Pilgub,” tegas Marten Taha.

Lalu siapa kader demokrat yang bakal digandeng sebagai kandidat wakil? Marten Taha menegaskan, memang dalam pertemuan dibicarakan mengenai siapa pasangan yang bakal menjadi pendamping.

Tetapi pembicaraan itu belum sampai pada titik akhir. Termasuk nama yang bakal diusulkan ataupun digandeng.

“Kita masih menginventarisir. Waktunya juga masih cukup panjang. Masih ada sekitar 3 bulan. Insya Allah akan kita bicarakan lagi,” ujar Marten Taha.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Gorontalo Erman Latjengke menegaskan, selama ini komunikasi antara partai Demokrat dengan semua parpol termasuk partai Golkar sangat bagus. Dan antara Golkar – Demokrat tak dapat dipungkiri sudah mengarah pada koalisi.

“Kalau dengan Golkar kita tentunya siap untuk papan dua atau wakil walikota. Nah, dalam menentukan kader kita tentunya masih melihat survey dan elektabilitas dari siapa yang akan kita dukung,” ungkap ketua DPC Demokrat Erman Latjengke.

Ia menambahkan, hasil survey dan elektabilitas dari calon yang akan diusung oleh partai Demokrat tersebut tentunya akan menjadi pertimbangan bagi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, untuk menentukan calon yang akan diusungnya.

“Semuanya nanti menunggu keputusan dari DPP Partai Demokrat,” pungkasnya.(san/wan)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar