Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hadapi Anak yang Sedang Puber dengan 5 Cara Bijak Ini

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Rabu, 27 Juli 2016 | 14:18 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id INGGRIS – Orang tua sangat peru utnuk melakukan pengawasan dan bimbingan pada tumbu kembang anak. Apalagi saat usia remaja, anak rentan dengan sebuah kedilematisan. Apalagi fase remaja, pubertas seringkali membuat para remaja merana.

Ketika anak mulai pacaran, sebaiknya orang tua memposisikan diri sebagai sahabat. Jangan mengatakan “boleh” atau “tidak”, biarkan saja si anak menjalani fase pubertas mereka. Pastikan saja Anda selalu berada di sisi mereka, untuk menjadi pendamping dan memantau setiap langkah yang mereka lakukan.

Bekali anak dengan beberapa hal agar mereka tetap bahagia dengan masanya seperti dilansir dari Familyshare, Selasa (26/7/2016):

BACA  Ini Dia Tips Aman Bersepeda Agar Terhindar dari Serangan Jantung

1. Mengatur Usia Kencan
Semakin cepat orang tua mengatur usia kencan anak, maka semakin baik. Dokter dari Denver Health Medical Center Amerika Serikat, Ron Eagar mengatakan, usia 16 tahun adalah waktu yang tepat untuk memberi celah kepada anak boleh memiliki teman dekat. Jangan marah ketika anak meminta usia yang lebih muda. Katakan, “Saya mengerti, kamu tidak akan berkencan sebelum usia 16.” Lakukan riset untuk memberi penjelasan pada mereka mengenai kedewasaan.

2. Menghormati Perasaan Anak
Wajar ketika remaja mulai naksir seseorang sebelum usia 16 tahun. Orang tua tak perlu marah, hormati perasaan mereka. Psikolog Remaja, George Comerci mengatakan, “Orang tua tidak boleh mencemooh cinta pertama anak. Ini adalah hubungan intim pertama mereka dengan seseorang di luar keluarga. Bantu anak bersikap baik dengan orang yang mereka taksir.”

BACA  Makin Percaya Diri Tampil dengan OOTD ala Korea

3. Jujur Kepada Anak
Anak Anda perlu tahu bahaya kencan. Ajari mereka cara melindungi diri dan tidak terlalu tunduk dengan kasih sayang dari teman dekat yang dapat mengakibatkan pemerkosaan. Beritahu cara menolak godaan agresif teman mereka.

4. Beri Wawasan Batas Berpacaran
Beritahu anak tentang ciuman. Tegaskan bahwa mencium teman dekat adalah kesalahan besar. Sebab, terlalu banyak ciuman dan pelukan bisa mengarah ke hubungan intim yang terlarang. Arahkan anak agar dapat menjaga perilaku sebelum menikah.

BACA  Ini 7 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Daun Pepaya, Penyakit Kronis Ini Langsung Kabur

5. Jelaskan Bahaya Seksual
Beri penjelasan tentang seksualitas. Berteman dekat dengan seseorang tidak berarti boleh melakukan hal-hal berbau seksual. Hal itu karena bisa menimbulkan sakit hati. Pacaran yang tidak sehat juga berpotensi merusak kesehatan fisik. Seperti masalah reproduksi, kesehatan janin dan perinatal, Kanker, dan HIV Aids.

Jelaskan pada anak, seks boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah. Beritahu pula tentang dosa dan aturan agama tentang seks sebelum menikah. Orang tua tidak boleh memberi informasi palsu tentang mitos-mitos seks. (Pojoksatu/hargo)

 


Komentar