Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hadapi Fenomena La Nina, BNPB: Siapkan Tempat Evakuasi Sementara

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 12 Oktober 2020 | 01:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi. Foto: AFP


Hargo.co.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk menghadapi fenomena La Nina.

Sebab, fenomena itu diprediksi berdampak pada potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.

BNPB merekomendasikan kesiapsiagaan tidak hanya pada tingkat provinsi, tetapi hingga tingkat kecamatan, kelurahan atau desa dan bahkan keluarga.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, meminta setiap pihak pemerintahan mulai dari sektor terendah untuk menyediakan tempat evakuasi sementara.

Pihaknya meminta aparat desa untuk mengidentifikasi bangunan aman yang dapat digunakan sebagai shelter sementara, seperti rumah warga, kantor desa atau pun sekolah. Namun, tempat evakuasi itu harus juga menerapkan protokol Covid-19.

“Identifikasi rumah aman yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi sementara,” ujar Lilik dalam sebuah diskusi, Minggu (11/10).

Kedua, pastikan masyarakat yang terpapar mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan. Dia mengingatkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Keselamatan dan kesehatan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan.

“Kita harus memastikan masyarakat untuk mengetahui apa yang harus dilakukan apabila ada info dari BMKG,” pesannya.

BACA  Terlibat LGBT, Brigjen EP Sudah Dijatuhi Sanksi Setahun Silam

Selain itu, masyarakat juga harus melihat informasi yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten dan kota hingga tingkat desa. “Sosialisasikan informasi kepada masyarakat dengan bijak, jangan menakuti-nakuti,” kata Lilik.

Lilik mengatakan, gunakan bahasa yang mudah dipahami untuk menerjemahkan informasi cuaca sehingga pesan sampai pemangku kepentingan.

Beberapa kanal informasi dapat diakses oleh aparat kecamatan, kelurahan dan desa, bahkan di tingkat keluarga dengan beberapa kanal, seperti teknologi informasi dari BNPB dan BMKG.

BNPB memiliki InaRISK dan juga Katalog Desa Rawa Bencana yang dapat diakses semua pihak, kemudian BMKG memiliki aplikasi Info BMKG yang dapat menginformasikan kondisi cuaca hingga tingkat kecamatan.

Terakhir, masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa dapat melakukan simulasi mandiri sesuai rencana kontinjensi yang sudah dibuat. Ini tentunya dibantu oleh BPBD kabupaten maupun kota setempat.

Pada kesempatan itu, Lilik juga mengimbau setiap keluarga untuk mengidentifikasi risiko bencana yang ada di sekitar. Kesiapsiagaan sejak dini dibutuhkan untuk memastikan tidak adanya korban jiwa apabila terjadi peristiwa ekstrem.

BACA  Jokowi Resmikan Tol Manado-Bitung Sepanjang 26 Kilometer

Diskusikan dengan anggota keluarga maupun komunitas di masyarakat terkait dengan potensi ancaman bahaya yang ada di sekitar sehingga risiko bencana dapat dihindar.

Di samping kesiapsiagaan di tingkat administrasi desa dan kelurahan, Lilik menyampaikan langkah-langkah yang harus disiapkan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. BNPB telah meminta pihak BPBD kabupaten dan kota untuk melakukan beberapa langkah strategi.

Pertama, rapat koordinasi kesipasiagaan menghadapi La Nina. Beberapa hal yang diharapkan untuk dibahas yaitu mengenai sosialisasi daerah rawan bencana, memastikan camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan kesiapsiagaan di daerah masing-masing, memastikan organisasi perangkat daerah mempersiapkan sumber daya dalam kesiapsiagaan serta operasional pusat pengendali operasi (pusdalops) di BPBD.

Kedua, pihak BPBD dan instansi terkait melakukan simulasi field training exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang ada. Lilik tidak lupa menyampaikan rencana tersebut juga perlu memasukkan konteks ancaman bahaya lain, seperti Covid-19.

Ketiga, menghimpun dukungan sumber daya, khususnya sukarelawan dan dukungan lain. Keempat, susur sungai yang bertujuan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya. Kelima, menetapkan tempat evakuasi berbasis protokol Kesehatan.

BACA  IDI Desak Pemerintah dan DPR Tunda Pilkada 2020

Demikian juga pada kesiapsiagaan di tingkat provinsi, Lilik meminta BPBD di tingkat provinsi untuk melakukan rapat koordinasi, khususnya menghadapi La Nina.

Dia meminta seluruh pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh bupati dan wali kota untuk melakukan kesiapsiagaan di setiap daerah.

“Memastikan seluruh organisasi perangkat daerah provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan,” pesan Lilik.

Kemudian, BPBD dan mitra terkait melakukan simulasi table top exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang sudah disiapkan serta menghimpun sukarelawan dan dukungan lain di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, beberapa provinsi di Indonesia sudah memasuki musim hujan dan perlu mewaspadai hujan di atas normal.

Dia menyampaikan dampak intensitas curah hujan di atas normal yang dipengaruhi fenomena La Nina tidak sama di setiap wilayah.(tan/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Ini Saran BNPB Hadapi Fenomena La Nina“. Pada edisi Ahad, 11 Oktober 2020.

Komentar