Hakim PN Limboto Tolak Praperadilan Tersangka ITE

Hakim PN Limboto menolak permohonan Praperadilan terkait dengan kasus ITE yang ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Gorontalo.

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Hakim tunggal, Pengadilan Negeri Limboto, Muanmar M. Khadafi,S.H, M.H, dalam sidang Praperadilan nomor 08/Pid.Pra/2019/PN.Lbo, menolak permohonan praperadilan dari tersangka kasus penghinaan melalui media social (Medsos) atau Undang-Undang ITE Maryam Reni Ismail, Selasa (03/12/2019).

Sidang yang dilaksanakan di ruang sidang Cakra, PN Limboto tersebut, sudah merupakan sidang ke tujuh dengan agenda pembacaan putusan, dimana sebelumnya kuasa pemohon yakni Mohamad Rivky Mohi,S.H mempersoalkan tentang penetapan tersangka pemohonnya yakni Maryam Reni Ismail, yang ditangani ole Unit PPA Polres Gorontalo.

“Menolak permohonan pemohon untuk selurunya dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar Rp 3 ribu,” tegas Hakim Tunggal pada saat sidang tersebut.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana,SIK,MH melalui Kasat Reskrim AKP Muh. Kukuh Islami,SIK mengatakan, dalam proses penanganan perkara oleh penyidik reskrim, semua sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Alhamdulillah dalam sidang ini kami menang dan permohonan praperadilan ditolak oleh hakim. Perkara ini pun sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan sudah tahap satu atau dinyatakan berkas lengkap,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum, Ipda Binrod Situngkir,S.H,MH mengemukakan, dalam sidang praperadilan ini pihaknya bersyukur karena hakim menolak permohonan dari pemohon.

“Kami dari Tim Kuasa hukum, terus berjuang dan berusaha agar semua perkara praperadilan terkait dengan penanganan hukum, dapat terselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (kif/hg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *