Jumat, 7 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hakim PN Limboto Tolak Praperadilan Tersangka ITE

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Metropolis , pada Selasa, 3 Desember 2019 | 14:14 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Hakim tunggal, Pengadilan Negeri Limboto, Muanmar M. Khadafi,S.H, M.H, dalam sidang Praperadilan nomor 08/Pid.Pra/2019/PN.Lbo, menolak permohonan praperadilan dari tersangka kasus penghinaan melalui media social (Medsos) atau Undang-Undang ITE Maryam Reni Ismail, Selasa (03/12/2019).

Sidang yang dilaksanakan di ruang sidang Cakra, PN Limboto tersebut, sudah merupakan sidang ke tujuh dengan agenda pembacaan putusan, dimana sebelumnya kuasa pemohon yakni Mohamad Rivky Mohi,S.H mempersoalkan tentang penetapan tersangka pemohonnya yakni Maryam Reni Ismail, yang ditangani ole Unit PPA Polres Gorontalo.

BACA  Tabrakan di Jalan HB. Jasin, Dua Mobil Ringsek

“Menolak permohonan pemohon untuk selurunya dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar Rp 3 ribu,” tegas Hakim Tunggal pada saat sidang tersebut.

BACA  Seorang Petani di Limboto Barat Ditemukan Gantung Diri

Sementara itu, Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana,SIK,MH melalui Kasat Reskrim AKP Muh. Kukuh Islami,SIK mengatakan, dalam proses penanganan perkara oleh penyidik reskrim, semua sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Alhamdulillah dalam sidang ini kami menang dan permohonan praperadilan ditolak oleh hakim. Perkara ini pun sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan sudah tahap satu atau dinyatakan berkas lengkap,” ungkapnya.

BACA  Polisi Lacak Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV lewat Sidik Jari di Pisau

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum, Ipda Binrod Situngkir,S.H,MH mengemukakan, dalam sidang praperadilan ini pihaknya bersyukur karena hakim menolak permohonan dari pemohon.

“Kami dari Tim Kuasa hukum, terus berjuang dan berusaha agar semua perkara praperadilan terkait dengan penanganan hukum, dapat terselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (kif/hg)


Komentar