Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamim dan Marten Usul Pembatasan Jam Malam, Gubernur: Akan Dikaji  

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo Headline , pada Kamis, 9 April 2020 | 07:56 WITA Tag: , , ,
  Suasana pelaksanaan video conference di Rudis Gubernur Gorontalo, Rabu (8/04/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Walikota Gorontalo Marten Taha dan Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengusulkan pemberlakuan jam malam, untuk pencegahan Covid – 19 di Gorontalo. Usulan disampaikan dua kepala daerah itu saat video conference dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, Rabu (08/04/2020).

Menanggapi usulan itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan akan melakukan  kajian dengan mempertimbangkan aturan pemerintah pusat.

“Ini akan kami kaji lagi. Apa yang akan kita ambil, mari kita fokus saja, apakah karantina wilayah, karantina perbatasan, atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) asal semua sesuai aturan dari pusat. Saya mau ini serius, kita semua harus lebih serius lagi,” ucap Rusli Habibie.

BACA  1.000 Warga Tilong Kabila Terima Bantuan Pemprov

Pada kesempatan itu, Rusli sempat membahas Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Perusahan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Karang, Gorontalo Utara.

Menurut Rusli, jika memang para TKA masih berada di Gorontalo, maka tidak masalah. Namun jika sudah diluar Gorontalo dan ingin lagi balik ke gorontalo, itu yang tidak bisa.

BACA  Pemprov Gorontalo Santuni Korban Kebakaran di Boalemo

“Nanti akan saya cek langsung ke lokasi PLTU. Jika ada yang sudah balik ke luar negeri, maka jangan masuk lagi. Kita akan cari lagi pekerja yang memang asal Gorontalo. Ini semua untuk meminimalisir pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Pada pelaksanaan video conference itu, Rusli Habibie yang didampingi Wakil Gubernur Idris Rahim, Sekretaris Daerah Darda Daraba, unsur OPD terkait memilih berada di Rumah Dinas Gubernur, sementara para pimpinan Forkopimda berada di lokasinya masing-masing.

BACA  Bantu UMKM Kopi Pinogu, Wujud Komitmen PLN dalam Pembangunan

Dalam tayangan video conference terlihat ada Kapolda, Danrem 133 NWB, Kajati, Kakanwil Hukum dan HAM, Kepala Pengadilan Tinggi, hingga Kabinda. Dansatradar, Danlanal, para Bupati dan Walikota, unsur PLTU Tanjung Karang, serta pihak PT. PG Tolangohula, terlihat dalam video conference tersebut.

Usai video Conference dengan Forkopimda dan Bupati/Walikota, rapat dilanjutkan dengan bersama bupati yang ada di wilayah perbatasan yakni Bupati Buol, Wakil Bupati Gorontalo Utara, unsur forkopimda terkait dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Idris Rahim.  (adv/rwf/hg)


Komentar