Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamim Pou Minta Hentikan Aktivitas Tambang Liar di Bone Bolango

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Headline Kab. Bone Bolango , pada Jumat, 11 September 2020 | 01:05 WITA Tag: ,
  Bupati Hamim Pou bersama Anggota DPRD Bone Bolango saat meninjau lansung lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Bulawa. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Banjir bandang yang terjadi pada Senin (07/09/2020) dan menerjang 9 desa di Kecamatan Bulawa, Bone Bolango, merupakan bencana alam terparah dalam sejarah di daerah ini.

Hal itu diungkapkan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, ketika turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Bulawa pada Kamis (10/09/2020) bersama para Anggota DPRD Bone Bolango.

“Sejak beberapa bulan terakhir memang sering terjadi bencana banjir namun ini yang paling parah, dampaknya sangat banyak dan terasa. Ada banyak sekali fasilitas dan infrastruktur yang rusak parah termasuk rumah warga yang saya lihat sudah tidak bisa ditempati lagi,” ujar Hamim Pou.

BACA  Dari Pelantikan Penyuluh IPKB, Nelson : Program KB Dapat Majukan Daerah
Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat menemui para korban banjir. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)
Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat menemui para korban banjir. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Lanjut katanya, bencana banjir bandang ini menjadi pelajaran mahal bagi seluruh warga Bone Bolango. Dirinya mengimbau agar segala aktivitas pertambangan liar harus segera dihentikan.

BACA  Wakili Gubernur, Sekda Ikuti Rakorsus Penegakkan Hukum Pilkada 2020

“Ini adalah pelajaran mahal bagi kita di Bone Bolango. Segala aktivitas pertambangan liar saya imbau harus segera dihentikan. Selain itu pembukaan lahan juga harus tetap terkendali. ‘Torang musti baku badengar dulu’. Tidak ada pemerintah yang bermaksud jahat kepada rakyatnya,” tutur Hamim Pou.

Akhir penyampaiannya, Bone Bolango dengan segudang prestasi itu menambahkan dengan tegas, bahwa dirinya berharap seluruh aktivitas pertambangan liar harus dihentikan, karena menurutnya itu juga memiliki kontribusi besar terhadap terjadinya banjir bandang yang menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi banyak pihak terutama warga masyarakat.

BACA  Sembilan Kontestan Pilkada Positif Covid-19, KPU Siapkan Jadwal Tersendiri  

Pantauan hargo.co.id, di lokasi bencana, dari 9 desa yang terdampak, ada 3 desa yang paling parah yaitu Desa Mopuya, Desa Mamongaa, dan Desa Mamongaa Timur. (zul/adv/hg)


Komentar