Tuesday, 3 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamim Pou Ngaku, Penting untuk Memuliakan Anak Yatim

Oleh Admin Hargo , dalam Ragam , pada Tuesday, 13 July 2021 | 08:05 AM Tags: ,
  Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast beberapa pekan lalu. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Keberadaan anak yatim sangat membutuhkan bantuan karena sudah tidak memiliki penyokong untuk menghidupi keluarganya. Terlebih lagi, kehilangan seorang ayah atau ibu sangat berdampak bagi tumbuh kembang sang anak yang dewasa tanpa seorang imam. Oleh karena itu, menyantuni dan memelihara anak yatim menjadi sebuah amalan yang mulia dan memiliki banyak keutamaan.

Seperti yang kita ketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, selalu menggelar peringatan Hari Anak Yatim setiap 11 Januari. Tanggal tersebut didedikasikan sebagai hari untuk memuliakan anak yatim di daerah itu. 

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou menceritakan alasannya mengapa mengistimewakan anak yatim ketika menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast yang disiarkan lewat Youtube Femmy Kristina pada Ahad (13/06/2021) lalu.

Hamim Pou menceritakan Hari Anak Yatim berangkat dari sisi spiritualitas dan pengalaman hidupnya dulu. 

“Rasulullah mengatakan anak yatim seperti dua jari yang saling berdekatan. Karena saya anak yatim sejak kelas 4 SD, walaupun ayah saya masih hidup ayah saya tidak bisa melakukan apa-apa karena stroke. Maka yang mengurus adalah ibu. Karena ibu mengajar jauh maka hanya sepekan sekali ketemu. Hal itu yang menyebabkan saya mandiri sehingga masih kelas 3 SD sudah bisa mencuci baju dan menyetrika sendiri,” kata Hamim Pou.

Berdasarkan kisah hidupnya tersebut, Hamim Pou saat ini mempunyai perasaan-perasaan sangat sensitif terhadap hal-hal yang menyangkut anak yatim. Ia mengungkapkan dengan mengistimewakan, menyantuni dan mengutamakan anak yatim dengan sabar menjadikan penyelamat sampai hari ini.

“Dari banyaknya anak yatim kemudian Pemkab Bone Bolango memilih 100 anak yatim yang kemudian diasuh, disantuni oleh bupati, wakil bupati, Sekda dan pimpinan OPD yang masing-masing mempunyai tanggung jawab terhadap anak yatim tersebut,” ungkapnya.

Semoga model kepemimpinan semacam inilah yang menjadi contoh untuk pemimpin lainnya. Selain mengutamakan anak yatim, tentu saja tetap memperhatikan orang miskin dan orang terlantar sebagai kewajiban pemimpin daerah. (***)

 

Penulis: Rita Setiawati

(Visited 8 times, 1 visits today)

Komentar