Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamim Rombak Kabinet, 36 Pejabat Bonbol Dikocok Ulang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 19 Agustus 2016 | 11:49 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id BOLANGO – Struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru Bone Bolango masih dalam tahap penggodokan. Namun, tadi malam (18/8) Bupati Bone Bolango Hamim Pou sudah menepati janjinya. Ya, sehari setelah enam bulan memimpin, Hamim mulai merombak kembali kabinetnya.

Perombakan tersebut merupakan kali perdana untuk periode kedua pemerintahannya bersama Kilat Wartabone. Pada perombakan kali ini sebanyak 36 pejabat yang dikocok ulang. Dari 36 pejabat tersebut ada yang mendapat promosi, ada yang digeser dan ada pula yang ‘diparkir’.

Sementara itu data yang dirangkum Gorontalo Post, dari 36 pejabat yang dikocok ulang ini baru satu orang yang menempati level eselon II. Yakni Syarifudin Uloli yang dipercaya menjadi Asisten III (Bidang Administrasi,red). Sebelumnya Syarifudin menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Bone Bolango.

BACA  Tolak Bala, Gorontalo Gelar Du'a Lo Ulipu

Sementara itu 35 pejabat merupakan level eselon III. Tujuh di antaranya dipromosikan menjadi camat. Sementara sisanya ada yang menjadi kepala kantor, kepala bagian, kepala bidang hingga sekretaris.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou saat melantik 36 pejabat baru di ruang Huyula, kantor Bupati Bonbol tadi malam menyampaikan, mutasi merupakaan kebutuhan dalam organisasi sebagai upaya penyegaran kembali. Selain itu untuk memaksimalkan kinerja dan spirit baru dalam menjalankan visi-misi pemerintahan Hamim-Kilat untuk mewujudkan Bone Bolango Cemerlang.

“Jadi pelantikan pada malam ini adalah pelantikan ronde pertama. Karena Minggu depan juga akan ada beberapa pergantian termasuk eselon IV, III dan II,” katanya.

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Bonbol Kilat Wartabone dan Sekda Ishak Ntoma. Hamim berharap dengan adanya mutasi ini menjadi semangat baru untuk perubahan di Kabupaten Bone Bolango. Selain itu dengan jabatan baru akan memberikan manfaat bagi kemaslahatan masyarakat Bone Bolango.

BACA  Pilkada Kabgor Makan Tumbal, Ketua KPU Dicopot dari Jabatan

“Saya ingin menegaskan, ini investasi jangka panjang. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mempersiapkan kader kadernya,” ujar Hamim Pou.

“Jadilah tim yang kompak dari waktu ke waktu agar Bone Bolabgo semakin baik. Pesan saya anda loyal, ujur dan berkinerja baik pasti aman,” sambung Hamim Pou menekankan.

Di sisi lain, Hamim Pou ketika disinggung mengenai apakah mutasi kali ini berkaitan politik? Hamim tak menampik. Namun menurut Hamim, pertimbangan utama dalam penempatan pejabat didasarkan pada kebutuhan organisasi dan kinerja. “Memang ada beberapa pejabat yang tercium melakukan politik praktis,” kata Hamim.

BACA  Malam Pergantian Tahun, Akses Keluar Masuk Bone Bolango Ditutup

Sebagaimana diketahui, Hamim-Kilat dilantik pada 17 Februari 2016 lalu. Berdasar Undang-undang nomor 8 tahun 2015 tentang perubahan UU nomor 1/2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menyebutkan larangan bagi kepala daerah melakukan mutasi sebelum enam bulan.

Hal itu sebagaimana diatur pada pasal 162 ayat (3) bahwa Gubernur, Bupati, atau Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota, dalam jangka waktu enam bulan terhitung sejak tanggal pelantikan.

Sejalan dengan hal itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) mengeluarkan surat edaran No.02/2016 tentang Penggantian Pejabat Pasca Pilkada. Surat Edaran yang ditujukan kepada kepala daerah seluruh Indonesia itu mengingatkan para Gubernur, Bupati dan Walikota agar tidak melakukan penggantian pejabat sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.(roy/hargo)


Komentar