Senin, 23 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamzah Sidik Dilaporkan Pencemaran Nama baik oleh Ridwan Yasin 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Selasa, 19 April 2022 | 06:05 Tag: , , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik saat memberikan keterangannya di hadapan penyidik Polres, Senin (18/04/2022) terkait dugaan pencemaran nama baik. (Foto: istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kisruh antara pejabat di Gorontalo Utara (Gorut) nampaknya belum berakhir. Buktinya, mantan Sekda, Ridwan Yasin melaporkan Wakil ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidiki terkait dengan dugaan pencemaran nama baik. 

Informasi yang berhasil dihimpun, Senin (18/04/2022), Hamzah Sidik memenuhi panggilan penyidik Polres Gorontalo Utara atas laporan Ridwan Yasin. Maklum, Hamzah Sidik dilaporkan karena diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui facebook atau media sosial.

Ditemui usai memberi keterangan di Polres Gorontalo Utara, Hamzah Sidik mengaku jika itu merupakan hal yang biasa. Menurutnya, itu merupakan panggilan yang kedua dari penyidik Polres Gorontalo Utara. 

“Pertama ada kekeliruan administratif, dan disampaikan ke Polres untuk dilakukan pemanggilan kembali. Panggilan kedua bentrok dengan kegiatan Bimtek pada Kamis karena saya berada di Jakarta saat itu. Akhirnya hari ini saya bisa datang ke Polres Gorontalo Utara,” terang Hamzah Sidik.

Terkait dengan pemeriksaan sendiri, Hamzah Sidik mengatakan bahwa dirinya kurang lebih ada 9 pertanyaan yang ditanyakan kepada dirinya.

“Yang substansinya, apakah saya pernah membuat status terkait saudara Ridwan Yasin di facebook, saya jawab bahwa itu tidak pernah. Saya dilaporkan itu melakukan pencemaran nama baik pada 23 Maret 2021,” tegasnya.

Terhadap status pada 23 Maret 2021 sebagaimana laporan tersebut, Hamzah Sidik menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut nama Ridwan Yasin atau menyebut inisial RY. Jadi saya kaget ketika saya dipanggil dengan laporan ini, ternyata ini barang bukti yang disampaikan ke Polisi berupa berita-berita ketika saya melaporkan yang bersangkutan ke Polda Gorontalo 23 Maret 2021,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hamzah Sidik menegaskan bahwa jika berbicara soal berita, silahkan ditanya ke pers atau wartawan, karena itu merupakan produk jurnalis. 

“Apakah itu bisa dipidana atau tidak, tapi silahkan saja di konfirmasi. Yang pasti kalau di media sosial apapun tidak pernah, sehingga saya cukup kaget dilaporkan ini. Jangankan membuat atau menyebarkan, tidak pernah juga membuat apapun tentang dia pada 23 Maret 2022,” ujarnya.

Saat itu, kata Hamzah Sidik, dirinya hanya melapor dan kemudian ditanya oleh wartawan, sama seperti yang ada saat ini. Hamzah Sidik mengatakan, kalau di Polda itu terkait dugaan pemberian keterangan palsu di pengadilan untuk kasus GORR. 

“Jadi setelah itu ada berita itu, jadi berita itu yang dilaporkan bahwa saya mencemarkan nama baik di facebook. Padahal saya tidak pernah membuat berita, menyebar berita, atau membuat postingan tentang Ridwan tidak ada,” kata Hamzah Sidik.

Untuk itu, ketika dugaan yang dilaporkan tersebut tidak dapat dibuktikan, Hamzah Sidik menegaskan bahwa dirinya tidak perlu menanggapi pelapor. 

“Saya kasihan juga. Beliau mungkin dalam keadaan yang ada apa, kita tidak tahu perasaan orang. Ini sudah laporan kedua, laporan pertama tidak naik juga, kan sama juga dipanggil, sudah tidak memenuhi unsur setelah gelar perkara. Yang kedua ini juga saya tidak tahu, kita serahkan semuanya ke proses hukum,” paparnya.

Selain itu juga, Hamzah Sidik sempat menanyakan kepada pihak penyidik terkait dengan laporan pertama sudah sampai mana? Keterangan yang diperoleh dari pihak penyidik, itu sudah tidak bisa karena tidak memenuhi unsur. 

“Kalau begitu yang sekarang sama juga,” imbuh Hamzah Sidik.

Pihak penyidik mengatakan bahwa mereka ketika menerima laporan, akan diproses. Kalau tidak terbukti seperti, mungkin akan sama dengan laporan kedua. 

“Saya mau dilapor 70 kali sampai 100 kali, biasa saja. Jadi tersangka atau tidak, itu urusan penyidik. Yang penting kita hadir sebagai masyarakat yang taat aturan,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 90 times, 1 visits today)

Komentar