Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamzah Sidik Terus Upayakan Penanganan Banjir di Anggrek

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Jumat, 26 November 2021 | 11:05 AM Tag: , ,
  Rapat terkait dengan penanganan banjir yang turut dihadiri oleh DPRD Gorontalo Utara, Kamis (25/11/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut) terus berupaya mencarikan solusi terkait penanganan banjir di Kecamatan Anggrek. Dirinya bahkan mencarikan solusi agar langkah yang dilakukan kelak oleh pemerintah, tak berdampak dengan hukum. 

Memang sudah ada solusinya, namun yang menjadi pertanyaan mendasar, apakah dapat dilaksanakan tanpa ada resiko hukum yang mengikutinya,” kata Hamzah Sidik saat menghadiri rapat terkait penanganan banjir oleh Pemda Kabupaten Gorontalo, Kamis (25/11/2021).

Pertanyaan tersebut tidak terlepas dari beberapa treatment yang akan ditempuh oleh pemerintah daerah terkait dengan upaya penyelesaian banjir yang ada di Kecamatan Anggrek. Kondisinya saat ini walaupun sudah tidak musim hujan, persawahan yang ada di daerah tersebut tetap tergenang air. 

“Treatment penyelesaiannya kan sudah ada, karena dibawah 5 hektar maka dilakukan dengan pinjam pakai, yang kewenangannya ada pada gubernur. Kalau diatas 5 hektar, kewenangannya di kementerian,” ungkap Hamzah.

Walaupun pengajuan izinnya baru akan dilayangkan, kata Hamzah Sidik, dan gubernur memberikan izin, apakah masih diperlukan lagi Amdal atau UPL/UKL. 

“Ini yang menjadi pertanyaan, ketika izin nantinya telah diberikan, apakah masih diperlukan lagi Amdal atau UPL/UKL. Sementara ini harus segera dilaksanakan,” kata Hamzah Sidik.

Pertanyaan yang disampaikan oleh Hamzah Sidik tersebut, tentu tidak terlepas dari sisi biaya maupun waktu yang diperlukan ketika masih memerlukan Amdal lagi. 

“Untuk mengurus Amdal bukan sedikit biayanya, dan menurut Dinas Lingkungan Hidup, perlu untuk Amdal,” tegasnya.

Jika demikian, maka perlu lagi kita menyurati pihak Kementrian untuk dilakukan diskresi terkait dengan persoalan ini. 

Terkait dengan rencana Hamzah untuk ke kementerian, menurutnya itu tetap akan dilakukan. Namun ada perkembangan terakhir surat darurat bencana ternyata telah dikeluarkan oleh bupati dan dengan alasan tersebut, maka penanganan darurat banjir tersebut dapat dilaksanakan. 

“Namun kembali lagi, apakah ada jaminan ketika ini dikerjakan tidak ada dampak yang ditimbulkan,” kata Hamzah Sidik.

Pasalnya tindakan harus segera diambil karena kondisi persawahan yang ada di Kecamatan Anggrek tersebut sudah tenggelam, dan harus segera dikerjakan. 

“Dan harus ada jaminan ketika ini dilaksanakan terhadap pekerja agar tidak ditindak,” kunci Hamzah Sidik. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

 

(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar