Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hana Masih Wait and See

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis News , pada Rabu, 29 November 2017 | 14:50 WITA Tag: , , , ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Meski belum seramai pertarungan Pilwako atau Pilbup Gorut. Perhelatan Pemilu legislatif (Pileg) 2019 terus menjadi wacana dalam perbincangan publik. Terutama kandidat yang bakal tampil sebagai kontestan menuju Senayan.

Salah satu figur yang cukup hangat dibicarakan adalah Hana Hasanah. Istri mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad itu, menjadi salah satu kandidat yang ramai digadang-gadang sebagai kandidat wakil rakyat Gorontalo untuk DPR RI. Hanya saja, Hana masih memilih sikap wait and see.

“Beliau belum memutuskan. Masih melihat perkembangan nanti seperti apa,” ujar Fadel Muhammad ketika disinggung mengenai pencalonan Hana Hasanah ke DPR RI.

BACA  Curi HP yang Tertinggal di ATM, Seorang IRT Diringkus Polisi

Menurut Fadel Muhammad, beberapa partai politik (Parpol) sudah berkomunikasi terkait pencalonan Hana Hasanah ke DPR RI. Parpol tersebut di antaranya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) maupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Komunikasi tetap jalan. Tetapi belum diputuskan yang mana (PPP atau PDIP),” kata Fadel Muhammad.

Sebelumnya, PPP maupun PDIP disebut-sebut bakal mengusung Hana Hanasah sebagai kandidat caleg DPR RI. Bahkan Ketua DPW PPP Nelson Pomalingo dalam beberapa kesempatan wawancara mengatakan rencana tersebut. “Kita punya kader untuk DPR RI, ada Pak Suharso dan Ibu Hana Hasanah,” ungkap Nelson Pomalingo beberapa waktu lalu.

BACA  Buronan Polres Kotamobagu Diringkus di Gorontalo

Sementara itu di tingkat publik, nama Hana Hasanah dinilai memiliki kans kuat untuk melangkah ke Senayan, di samping dua kandidat petahana. Yakni Roem Kono dan Elnino M.Husain Mohi. “Jika nantinya mencalonkan, maka Hana Hasanah menjadi figur yang sangat potensial untuk duduk di Senayan,” ujar Zulkifli Abdullah, warga Kota Gorontalo ketika berbincang dengan Gorontalo Post.

Menurut Zulkifli, peluang yang dimiliki Hana Hasanah sangat realistis. Hal itu didasarkan pada popularitas dan elektabilitas yang dimiliki Hana Hasanah. “Dalam tiga perhelatan demokrasi yakni dua kali Pileg DPD serta Pilgub dapat dilihat bila perolehan suara yang diraih Hana Hasanah terbilang stagnan. Berada di kisaran 150-170 ribuan suara. Itu menandakan bila massa pendukung Hana Hasanah merupakan massa yang militan dan ril,” kata pria yang berkecimpung di dunia perguruan tinggi itu.

BACA  Longsor, Jalan di Bone Pesisir Sementara Ditutup

Apalagi ketika Fadel Muhammad memutuskan untuk ke DPD. Maka kolaborasi Fadel dan Hana akan menjadi sebuah kekuatan besar pada Pemilu 2019. “Hal itu bisa terlihat pada Pemilu 2014 lalu. Ketika Hana Hasanah maju di DPD dan Pak Fadel maju DPR RI,” tandas Zulkifli. (hargo/san)


Komentar