Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hantui Warga Leato, Air Bah Lereng Bukit Rusak Rumah dan Hanyutkan Puluhan Ternak

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 24 Januari 2017 | 12:11 Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Senin (23/1) sekitar pukul 14.00 Wita puluhan warga kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya kembali dikagetkan dengan air bah dari lereng bukit, kemarin. Akibatnya, satu rumah rusak dan puluhan ternak milik warga hanyut terbawa air bah.

Sekitar 2 jam sebelum kejadian, wilayah pesisir Leato sempat diguyur hujan deras. Kemudian sekitar pukul 13.45 Wita, hujan pun berangsur-angsur berhenti dan warga Leato pun melakukan aktivitas seperti sedia kala. Namun tiba-tiba air datang dari arah lereng bukit begitu cepat turun ke bawah melalui sungai-sungai kecil di sepanjang pesisir Leato.

Kian waktu volume airnya makin besar dan deras. Anak-anak sungai di wilayah Leato pun tidak bisa lagi menampung volume air yang semakin banyak. Tiba-tiba, datang sapuan air bah, masih dari lereng bukit dan menyambar rumah warga.

Salah satu rumah warga, teridentifikasi bernama Amran Barwadi (60), rusak. Terutama bagian dapur dan pagar rumah yang mengalami rusak parah. Selain rumah Amran, warga sekitar juga sempat melaporkan bahwa puluhan ternak bebek Manila milik warga mati terbawa arus.

Kejadian itu pula sempat membuat jalan yang menghubungkan Kota Gorontalo dengan Kabila Bone ini macet total. Kemacetan terjadi sekitar 20 menit menunggu luapan air bah dari lereng bukit mereda dan menunggu warga sekitar gotong royong membersihkan ruas jalan dari material, lumur dan ranting kayu yang dibawa air bah tersebut. Meski demikian, sejumlah pengendara bermotor mengaku was-was karena takut ada air bah susulan dari lereng bukit.

“Alhamdulillah, saya tidak apa-apa. Ini rumah saya rusak mungkin butuh Rp 10 Juta supaya bisa diperbaiki lagi,” kata Amran Barwadi kepada Gorontalo Post (grup Hargo.co.id) usai kejadian. Diakui pensiunan PNS ini pula, bahwa dirinya sudah menghubungi pihak BPBD dan Dinas PU untuk memperbaiki kerusakan tanggul dan rumahnya. Meski begitu, dia bersama warga sekitar masih was-was jika terdapat air bah susulan mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Gorontalo, terutama pesisir Leato.

Terpisah, Kapolsek KPG Polres Gorontalo Kota, Iptu Ondang Zakaria, mengatakan, pihaknya bersama TNI maupun BPBD masih melakukan pengawasan atas peristiwa ini untuk mengantisipasi air bah susulan. “Kami masih stand by di area banjir karena mungkin bisa jadi ada air susulan dari bukit. Jadi masyaarakat sekitar harus waspada saat malam tiba, apalagi ketika ada hujan lebat,” tandas Ondang.(tr-49/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar