Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hardiknas di Tengah Covid-19, Nadiem Makarim: Saatnya Kita Berinovasi

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Edukasi Kabar Nusantara , pada Minggu, 3 Mei 2020 | 02:05 WITA Tag: ,
  Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat dengan DPR, Kamis (12/12). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)


Hargo.co.id, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini diperingati di tengah wabah virus korona atau Covid-19. Dia berharap, momentum ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Seperti yang dilansir Jawapos.com, Mantan CEO aplikator jasa transportasi itu pun mengajak masyarakat untuk memaknai semangat Hardiknas dengan mulai berinovasi. “Saatnya kita bereksprerimentasi. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani kita dan belajar dari Covid-19 agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan,” ungkap Nadiem dalam peringatan Hardiknas di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5).

BACA  Importir Teken Kesepakatan Wajib Beli Gula Petani

Dia menjelaskan, di balik musibah pendemi Covid-19 ada hikmah yang dapat dipetik. Para guru mulai mampu beradaptasi dan melakukan pembelajaran secara daring.

Para tenaga pengajar kini mulai menggunakan peralatan dan metode baru. “Dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun,” ungkapnya.

Orang tua pun, lanjut Nadiem untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada para guru.

BACA  Terkait Kisruh POP Kemendikbud, KPK Akan Panggil Nadiem Makarim

Guru, siswa, dan orang tua saat ini menyadari bahwa pendidikan tidak hanya suatu hal yang menjadi tanggung jawab dan dilakukan sekolah. “Tapi pendidikan efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga pihak ini dan tanpa kolaborasi itu pendidikan efektif tidak mungkin bisa terjadi,” paparnya.

BACA  Ini Penjelasan PUPR Soal Iuran Taperum Belum Dicairkan

Di samping itu, masyarakat juga belajar mengenai betapa pentingnya kesehatan, kebersihan, dan norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat. Nadiem menilai, timbulnya empati dan solidaritas di masyarakat saat pandemi‎ merupakan pembelajaran yang perlu dikembangkan.

“Bukan hanya pada masa krisis ini, tapi pada saat krisis ini sudah berlalu,” pungkasnya.(jawapos/hg)

 

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Sabtu, 2 Mei 2020

Komentar