Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Beras Diprediksi Naik Lagi

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Selasa, 17 Januari 2017 | 14:20 Tag: , ,
  

 

Hargo.co.id GORONTALO – Hingga pekan ketiga Januari 2017, harga beras di sejumlah pasar di Kota Gorontalo masih bertahan tinggi. Para pedagang belum menurunkan harga.

Menurut sejumlah pedagang yang diwawancarai Gorontalo Post, harga beras tak mengalami penurunan disebabkan hasil panen beras tidak merata di berbagai wilayah.

Bahkan, kedepan diprediksi harga beras akan kembali naik. Pedagang mengungkapkan, kenaikan harga beras di berbagai pasar yang ada di Kota Gorontalo dipicu kenaikan harga beras yang berasal dari penggilingan yang telah mencapai Rp 447 ribu per koli (50 kg), yang sebelumnya hanya berkisar Rp 440 ribu perkoli.

Menurut Anwar, salah seorang pedagang, alasan belum turunnya harga beras hingga sekarang adalah dikarenakan musim panen belum merata, sehingga masih banyak beras yang belum tersalurkan.

“Sekarang baru memasuki musim panen di beberapa wilayah tapi belum semuanya, sehingga belum merata penjualan gabah maupun beras di wilayah Kota Gorontalo dan sekitarnya. Makanya, harga gabah tinggi sehingga harga beras juga ikut tinggi, ” ungkapnya.

Untuk kebutuhan beras di Kota Gorontalo, lanjut Anwar, umumnya dipasok dari sejumlah daerah, baik Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara dan wilayah sekitarnya.

“Harga beras masih seperti pekan lalu, belum juga turun,” kata Anwar, salah satu pedagang beras di Pasar Sentral Gorontalo kemarin, Senin (16/1).

Adapun menurut Pian yang juga penjual beras di pasar, diperkirakan kondisi tingginya harga beras akan bertahan lama hingga 2 bulan mendatang, sampai memasuki musim panen berikutnya.

Jika sudah panen di beberapa daerah di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan juga beberapa daerah lainnya, maka harga beras kemungkinan akan kembali turun.

Sementara itu, Marwan, salah seorang pemasok beras di sejumlah pasar dan warung di Kota Gorontalo mengatakan, harga beras kembali naik akibat stok mulai menurun di sejumlah gilingan padi.

“Mungkin kalau so panen semua, stok banyak, sama dengan lalu ini, stok kurang harga nae,” ujarnya.(tr-56/dan/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar