Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Beras Diprediksi Naik

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi Headline , pada Sabtu, 6 Januari 2018 | 15:02 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Musim penghujan saat ini diprediksi akan kembali menaikan harga sejumlah komoditi di pasaran. Tak terkecuali beras. Sejumlah pedagang di pasar tradisional memperkirakan harga beras akan kembali naik.

Alasannya, jika musim penghujan berlangsung lama, pasokan beras, khususnya beras lokal, akan berkurang. Padahal, meski belum serentak, panen padi saat ini sudah dilakukan di sejumlah wilayah.

BACA  Thariq Modanggu Duga Ada Kesalahan Prosedur pada Pembayaran TKD

Pantauan Gorontalo Post di sejumlah pasar tradisional, harga beras mulai dibanderol mulai Rp 8.500-9.500 per liter.

Salah seorang pedagang beras, Usman, mengaku saat ini pasokan beras, terutama dari usaha penggilingan lokal sudah mulai berkurang. Bahkan, menurutnya, pada musim penghujan biasanya pasokan nyaris tidak ada. Alasan yang selalu dikemukakan para pemasok beras, bahwa panen padi di sejumlah wilayah belum serentak dan petani sulit mengeringkan gabah.

BACA  Covid-19 Menyerang Siswa, 64 Orang Penghuni MAN Insan Cendekia Positif

Olehnya, untuk memenuhi kebutuhan beras, mayoritas pedagang saat ini memasok beras dari luar daerah. “Biasanya kita ambil dari Manado, ada juga sampai dari Makassar, tapi itu jarang,” ungkapnya.

Senada dengan Usman, Herman juga mengatakan demikian. Menurutnya, harga beras khususnya di Kota Gorontalo baru akan stabil sekitar bulan Juni mendatang.

BACA  Terus Menguat, Rupiah Berpeluang ke Level 14.200 Hari Ini

Pasalnya, pada bulan-bulan tersebut para petani di sejumlah daerah sudah panen raya. Dengan begitu, yakinnya, pasokan beras ke sejumlah pasar tradisional di Gorontalo akan melimpah sehingga harga beras di pasaran pasti bergerak turun. “Sesuai hukum pasar, kalau stok melimpah, maka harga akan turun,” tandasnya.(dan/hg)


Komentar