Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Beras di Petani Masih Tinggi

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Kamis, 23 Februari 2017 | 10:14 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO-GP -hargo.co.id Kenaikan harga beras di pasaran ternyata disebabkan harga beras di tingkat petani juga masih tinggi. Hingga kini, berbagai jenis beras yang dijual di tingkat petani ataupun di gilingan padi belum mengalami penurunan.

Sebagaimana hasiol wawancara Gorontalo Post dengan beberapa petani, Rabu (22/2), harga beras rata-rata dibanderol dikisaran Rp 450-480 ribu per koli (ukuran 50 kg).Misalnya untuk beras jenis Ciheran dibanderol Rp 450-480 ribu per koli, beras jenis Impari dan Mikonga Rp 450 ribu per koli.

BACA  Peluang Besar Bisnis Hidroponik di Perkotaan

Salah seorang petani, Samsudin Jafar mengatakan, harga beras yang masih mahal ini disebabkan oleh banyaknya hasil panen yang rusak, disebabkan cuaca tak begitu bersahabat untuk penjemuran. “Jadi ketika digiling padi kami rusak,” katanya.

Meski begitu, Samsudin mengaku, stok beras masiyh mencukupi dan bahkan cenderung melimpah untuk saat ini. “Permintaan beras juga tinggi di masyarakat, tetapi harga beras mahal karena cuaca tidak mendukung untuk penjemuran,” jelasnya.

BACA  Air Sungai Bulango Surut, Penambang Pasir Sedot Rupiah

Tak hanya Samsudin, Yandri, petani lainnya juga mengakui, saat ini, beras di kalangan petani sulit untuk dikeringkan, disebabkan cuaca tidak menentu. “Sementara kalau torang simpan ini padi dalam waktu lama, mo rusak. Kalau mo giling mo pica pica,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Gorontalo Post di beberapa pasar harian di Kota Gorontalo, harga beras per liter saat ini dibanderol mulai Rp 8 ribu-9.500 per liter.

BACA  Materai Baru Rp 10.000 Sah Digunakan untuk Dokumen Elektronik

Beras Ciheran Rp 8 ribu-8.500 per liter, beras 64 Rp 8 ribu per liter, KS Rp 8 ribu per liter, YR Rp 8 ribu per liter, membramo Rp 8.500-9 ribu per liter, superwin Rp 9 ribu-9.500 per liter, beras ladang baru Rp 9 ribu per liter.(tr-53/dan/hg)


Komentar