Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Beras Petani Mulai Rp 380 Ribu Per “Koli”

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 5 Oktober 2016 | 13:44 Tag: , ,
  

 

Hargo.co.id GORONTALO – Pasaran beras di tingkat petani dinilai cukup lumayan, dijual dikisaran harga dengan range Rp 380 ribu hingga Rp 400 ribu per koli atau kemasan karung ukuran 50 kilogram.

Namun, harga itu bisa lebih rendah jika diambil pedagang. Kondisi harga itu berlaku untuk pasar beras petani di Limboto, Kabupaten Gorontalo, belakangan.

“Ini berlaku untuk hampir semua jenis beras, khususnya jika dijual untuk konsumsi rumah tangga. Tentu ini bedah jika dijual ke pedagang,” kata Erpin, petani sawah di Keluharan Kayubulan, Limboto, kemarin.

Ia mengaku sengaja menjual langsung beras hasil panennya ke konsumen rumah tangga karena harganya relatif lebih tinggi, ketimbang menjualnya ke pedagang.

Langkah itu utamanya untuk bisa mengembalikan biaya produksi pertanian. “Setidaknya bisa menutupi biaya yang kita keluarkan selama proses bertani. Kalau pengambilan oleh pedagang lebih rendah lagi, yakni hanya Rp 350 ribu per koly.

Sebelum ini, harga beras untuk semua jenis di Gorontalo dilaporkan naik meskipun selesai panen gaduh. Sejumlah besar wilayah di provinsi Gorontalo mulai panen sejak akhir Agustus.

Hal ini dilaporkan karena banyaknya permintaan dari luar daerah. Namun, belakangan harga itu mulai turun seiring makin banyaknya stok beras hasil panen di pasaran.

Untuk beras seperti IR64, Yenti, Ciherang, Cimelati, dan Mamberamo, dijual pada kisaran Rp 445.000 per koli hingga Rp 455.000 per koli.

“Harga pasaran beras tinggi ini berlaku hanya pada awal-awal panen, sekitar bulan Agustus lalu. Namun, belakangan mulai turun seiring makin banyaknya beras hasil panen di pasaran.

Kita tak lagi membeli dengan harga di atas Rp 400 ribu per koli, stok kita masih banyak,” kata Erni, salah seorang pedagang pengumpul beras di Limboto.(dix/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar