Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Cabe Melambung, yang ‘Busuk’ Jadi Laris

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Senin, 7 November 2016 | 16:31 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Harga cabai yang melambung menuntut sebagian warga memutar otak demi tetap merasakan pedas. Salah satunya, beralih ke cabai busuk.

Tak pelak, si pedas yang sejatinya sudah tak laik konsumsi itu masih mempunyai harga jual. Bahkan, di Pasar Baru Kranggot, Kelurahan/Kecamatan Jombang, Cilegon, harganya mencapai Rp 12 ribu–Rp 15 ribu per kilogram.

BACA  Ini Dia 4 Tips Kendalikan Kolesterol Tinggi Secara Alami

”Kalau harga cabai sedang murah, yang busuk biasanya saya buang. Tapi, kalau sekarang, masih laku dijual,” ujar Supiah, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kranggot.

Padahal, pembeli –terutama ibu-ibu– biasanya cerewet saat memilih cabai. Ada yang busuk sedikit saja, mereka sudah ngedumel. Namun, kecerewetan mereka itu seolah dibungkam dengan naiknya harga cabai yang memang gila-gilaan.

BACA  Ini 7 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Daun Pepaya, Penyakit Kronis Ini Langsung Kabur

Saat ini di Cilegon, harganya menembus Rp 70 ribu. Daripada tak merasakan sedapnya makanan yang berasa pedas atau nikmatnya sambal, mereka terpaksa beralih ke cabai yang busuk, menyesuaikan isi dompet.

BACA  Ini Dia Tips Aman Bersepeda Agar Terhindar dari Serangan Jantung

Nah, lain lagi dengan para bakul makanan. Mereka memakai ”jurus hemat”. Sebab, mereka khawatir bila tetap memilih cabai segar akan berimbas pada harga makanan yang dijual menjadi naik. Buntutnya, bisa saja mereka kehilangan pelanggan. (darjat/c5/ami/hargo)


Komentar